Ada Kesepakatan Atau Tidak, Perang Dagang As-china Sakiti Ekonomi Dunia

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, Mar 8, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    126
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Entah kesepakatan berhasil dibuat atau tidak, namun perang dagang AS-China telah menyakiti perekonomian dunia. Pesanan ekspor China merosot seiring manufaktur Eropa melemah. Efek gabungan dari dolar yang lebih kuat dan yuan yang lebih lemah, juga telah berkontribusi terhadap pertumbuhan yang melambat di luar AS dan China. Perang dagang kemungkinan akan menimbulkan kerusakan yang berlangsung lama terhadap perekonomian dunia.

    Oleh: Andrew Mayeda (Bloomberg)

    Kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan China untuk menurunkan tarif perdagangan tidak akan segera terjadi, seiring ekonomi global sudah menunjukkan ketegangan akibat perang dagang.

    Ahli ekonomi meramalkan bahwa tarif balasan oleh AS dan China bisa sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia, dan ada bukti yang terjadi.

    Pesanan ekspor di China merosot bulan lalu ke level terendah dalam satu dekade, di tengah tanda-tanda penurunan pabrik di negara ekonomi terbesar kedua dunia itu. Di kawasan euro, ukuran utama aktivitas manufaktur telah turun ke level yang konsisten dengan penyusutan.

    “Kesepakatan akan menjadi bantuan besar,” kata Ethan Harris, kepala penelitian ekonomi global di Bank of America Merrill Lynch. “Pada tahun lalu, Anda melihat semua ini memangkas kepercayaan global, dan perang dagang adalah bagian besar dari itu. Tetapi mungkin ada beberapa kerusakan permanen di sini, jadi pemulihan tidak akan terjadi sebesar kerusakan (yang telah dihasilkan).”

    Gambaran ekonomi yang semakin suram meningkatkan pertaruhan oleh AS dan China untuk mengakhiri perang dagang mereka yang sudah berlangsung selama delapan bulan, atau setidaknya mencapai gencatan senjata jangka panjang yang menghindari eskalasi lebih lanjut.

    Kedua belah pihak menutup celah pada isu-isu seperti pembelian barang-barang AS di China, mendukung harapan bahwa Presiden Donald Trump dapat mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping pada awal pertengahan bulan ini.

    MELEBARNYA DEFISIT
    Namun perang dagang Trump tidak memiliki efek yang ia harapkan pada satu ukuran: defisit perdagangan AS, yang melebar tahun lalu ke level tertinggi dalam 10 tahun menjadi $621 miliar. Untuk bulan Desember, ekspor AS turun 1,9 persen dari bulan sebelumnya—penurunan terbesar sejak awal 2016—sementara impor naik 2,1 persen.

    Ketegangan perdagangan mulai membebani sentimen bisnis tahun lalu, dan ada bukti bahwa sejak saat itu, perusahaan menarik kembali pengeluaran modal, kata kepala ekonom J.P Morgan Bruce Kasman.

    “Ini terutama bukan tentang tarif itu sendiri,” katanya. “Masalah yang lebih besar adalah cara perusahaan bereaksi di seluruh dunia.”

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

loading...

Loading...

Share This Page