Apa Arti Pemilu Australia Bagi Indonesia Dan Asia Tenggara?

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, Jun 11, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    212
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Terpilihnya kembali Scott Morrison sebagai perdana menteri dan kemenangan Partai Liberal yang mengejutkan dalam pemilu Australia bulan lalu melanjutkan kebingungan tentang kebijakan luar negeri, terutama terkait Asia Tenggara. Namun terkait Indonesia masih ada harapan. Morrison siap untuk memajukan hubungan, dan telah mengambil langkah-langkah sejak menjadi perdana menteri tahun lalu, untuk memperkuat hubungan dengan Jakarta.

    Oleh: Joshua Kurlantzick (Council on Foreign Relations)

    Dalam pemilu Australia bulan lalu, koalisi Liberal-Nasional Australia memperoleh kemenangan yang mengejutkan, yang bertentangan dengan prediksi bahwa Partai Buruh Australia akan menang. Kemenangan koalisi ini—bagi banyak orang—disebabkan oleh tidak populernya pemimpin Partai Buruh Bill Shorten, yang sejak itu mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh. Juga karena kehati-hatian para pemilih Australia— koalisi tersebut telah mengawasi ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, dan Partai Buruh telah mengusulkan agenda berani yang mungkin telah mengesampingkan beberapa pemilih.

    Pada kebijakan domestik, kemenangan koalisi ini kemungkinan menjadi pertanda kontinuitas untuk isu-isu domestik utama seperti pajak. Morrison menjanjikan pemotongan pajak sebelum pemilu, misalnya, dan tampaknya akan mewujudkannya. Tetapi dampak dari kemenangan koalisi terhadap kebijakan Australia terhadap Asia Tenggara masih agak kurang jelas.

    Menjelang pemilu, sebagaimana dicatat oleh James Curran untuk Asia Unbound, partai-partai tersebut tidak serius memperdebatkan tentang kebijakan luar negeri. Terkait China dan Amerika Serikat (AS)—dua dari tiga hubungan luar negeri Australia yang paling penting—Morrison tampaknya memiliki pendekatan yang dapat diprediksi, Curran menulis, tetapi koalisi Liberal-Nasional akan menemukan kebijakannya ditantang oleh dinamika regional dan global—terutama antara kedua negara raksasa tersebut—yang dapat merusak upaya Morrison untuk memiliki kebijakan China yang koheren.

    Dan dalam berurusan dengan Asia Tenggara dan Pasifik, pendekatan koalisi tampaknya agak lebih kacau, meskipun masih ada harapan. Di Indonesia, Morrison siap untuk memajukan hubungan, dan telah mengambil langkah-langkah sejak menjadi perdana menteri tahun lalu, untuk memperkuat hubungan dengan Jakarta.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

Loading...

Share This Page