Apakah Kista Baker Berbahaya? Ini Penjelasannya

lingshenyao

New Member

Apa itu kista Baker, dan apakah kista Baker berbahaya? Kista Baker (Baker's cyst) sendiri juga dikenal dengan kista popliteal, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan atau kantong berisi cairan bersifat di belakang lutut. Kondisi ini dapat membuat lutut mengalami kejang, nyeri, dan kaku. Tak hanya itu, kondisi ini juga akan semakin parah ketika Anda berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Dalam kasus kista Baker, cairan yang berguna untuk melumasi sendi lutut atau cairan sinovia, mengumpul dan menyebabkan terjadinya pembengkakan. Hal ini menyebabkan terbentuknya sebuah benjolan yang membentuk kista di bagian belakang lutut, terutama ketika lutut mendapat tekanan. Jika Anda mengalami kondisi ini, maka tindakan utama yang harus Anda lakukan adalah mengistirahatkan kaki yang mengalami kondisi tersebut. Setelah itu, obati kemungkinan penyebab yang mendasarinya, misalnya radang sendi.

Perlu Ada ketahui bahwa kista Baker dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Namun, kista Baker sendiri lebih banyak ditemukan pada wanita dengan usia di atas 40 tahun. Meski sebenarnya kondisi ini tidak berbahaya, namun perlu dilakukan pengobatan ketika ukuran kista Baker membesar dan menimbulkan gejala yang mengganggu kenyamanan pengidapnya.

Secara umum, kista Baker bukanlah kondisi berbahaya yang membutuhkan penanganan serius, bahkan terkadang bisa hilang sendiri tanpa diobati. Meski demikian, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter jika menemukan adanya benjolan mencurigakan di tubuh, termasuk di bagian belakang lutut. Sebab, bisa jadi benjolan tersebut disebabkan oleh penyakit lain yang lebih serius.

Selain itu, apabila keluhan akibat kista Baker semakin parah, hingga timbul kemerahan dan pembengkakan pada betis, maka jangan ragu untuk segera menemui dokter.

Gejala Kista Baker

Dalam kebanyakan kasus, kista baker biasanya tidak menimbulkan gejala selain munculnya benjolan di belakang lutut. Namun, pada kondisi tertentu, kista baker juga dapat enimbulkan gejala, di antaranya adalah rasa nyeri dan kau pada sendi lutut,. Kondisi ini juga yang menyebabkan gerakan lutut menjadi terbatas. Rasa nyeri dan kaku tersebut juga akan bertambah parah ketika penderita berdiri dalam waktu yang cukup lama.

Meski begitu, tidak semua penderita kista Baker mengalami gejala berupa nyeri. Hal ini menyebabkan banyak pengidap kista baker yang menyadari adanya kondisi ini.

Penyebab Kista Baker

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa kista Baker umumnya terjadi akibat adanya peumpukan cairan sendi (sinovial) pada bagian belakang lutut. Hal ini dapat disebabkan karena peradangan pada sendi lutut, seperti osteoarthritis atau cedera pada lutut, seperti robekan pada tulang rawan.

Diagnosis Kista Baker

Dalam mendiagnosis kista Baker, biasa dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai langkah awal. Pasien diminta untuk berbaring dalam posisi tengkurat, kemudian dokter akan memeriksa lutut pasien dalam kondisi lutut ditekuk maupun diluruskan.

Selain itu, untuk memastikan keberadaan kista, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan pemindaian, yang di antaranya adalah :
  • USG
Ultrasonografi (USG) pada pemeriksaan kista Baker bertujuan untuk mengetahui apakah benjolan tersebut berisi zat cair atau zat padat, dan juga untuk memastikan lokasi dan ukuran kista.
  • Rontgen lutut
Pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat kondisi tulang di dalam sendi lutut.
  • MRI
Pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat apakah ada cedera yang terkait dengan kista Baker.

Kapan kista Baker harus dioperasi?

Sebenarnya, dalam kebanyaka kasus yang ada, kista Baker yang tidak menimbulkan gejala parah dan tidak menghambat aktivitas, sehingga tidak memerlukan penanganan khusus dan benjolan yang ada pun dapat menghilang dengan sendirinya. Jika kista Baker tergolong ringan, maka Anda dapat melakukan penanganan sederhana di rumah, guna meredakan bengkak atau benjolan dan menghilangkan nyeri. Berikut ini cara-cara untuk menangani kista Baker di rumah :
  • Istirahat cukup dan kurangi aktivitas yang menggunakan lutut, seperti berdiri maupun berjalan.
  • Kompres bagian lutut yang terasa nyeri dengan air dingin.
  • Letakan sesuatu (seperti bantal) untuk menyangga tungkai kaki agar tidak menggantung.
  • Gunakan tongkat saat berjalan hingga kondisi lutut membaik.
  • Konsumsi obat pereda nyeri.
Apabila cara-cara diatas masih belum ampuh dalam meredakan keluhan Anda akan kondisi kista Baker yang dialami, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat perawatan yang tepat. Penanganan yang mungkin diberikan antara lain adalah :
  • Suntik kortikosteroid,di mana dokter akan menyuntikan obat kortikosteroid langsung ke sendi lutut, gua mengurangi nyeri dan meredakan pembengkakan.
  • Pengeluaran cairan dari dalam kista, di mana dokter akan menggunakan jarum yag dibantu USG guna menemukan di mana letak kista dan tempat yang tepat untuk menusuknya.
  • Terapi fisik (fisioterapi), yaitu metode pengobatan yang dilakukan guna meningkatkan jangkauan gerak lutut dengan melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot di sekitar lutut.
  • Operasi bedah atau pengangkatan kista, metode ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu denga bedah terbuka dan operasi dengan sayatan kecil menggunakan artroskop (arthroskopi).
Pencegahan Kista Baker

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan munculnya kista Baker adalah cedera pada lutut. Maka dari itu, untuk mencegah kista Baker, sebaiknya Anda menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan lutut cedera. Pencegahan dapat dilakukan dengan :
  • Melakukan pemanasan dulu sebelum berolahraga.
  • Gunakanlah sepatu yang nyaman saat berolahraga.
  • Segera temui dokter jika lutut Anda terasanyeri sehabis berolahraga.
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai kista baker. Semoga apa yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat bagi Anda semua.

Baca Juga : Obat Tradisional 6 Gejala dan Ciri Ciri Kista

https://lingshenyao.id/obat-kista-coklat/
 
Loading...

Thread Terbaru

Post Terbaru

Top