Asal Usul Istilah Unicorn Dalam Startup

Discussion in 'Startups' started by Lentera, Feb 20, 2019.

  1. Lentera

    Lentera blogger amatir

    Joined:
    Jul 2, 2015
    Messages:
    561
    Likes Received:
    63
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Indonesia
    Istilah Unicorn sangat familiar di dalam dunia perusahaan rintisan atau yang lebih dikenal dengan startup. Unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan rintisan yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar.

    Bagaimana istilah Unicorn bisa muncul dalam startup? Padahal pengertian unicorn adalah nama hewan kuda dalam mitologi Yunani.

    Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.

    Valuasi startup merupakan nilai ekonomi dari bisnis yang digeluti suatu perusahaan rintisan. Valuasi biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan.

    Mengutip Tech In Asia, penghitungan valuasi startup dan perusahaan konvensional sebenarnya tidak jauh berbeda.

    Valuasi perusahaan konvensional mempertimbangkan beberapa aspek termasuk nilai perusahaan di bursa saham, nilai dari jenis saham lain yang dimiliki perusahaan, utang perusahaan, dan uang tunai yang dimiliki perusahaan.

    Sementara bagi startup yang sejak tahap awal berdiri bisnis belum mendapat pemasukan atau keuntungan. Pendiri perusahaan atau calon investor akan mempertimbangkan aspek-aspek seperti jumlah dan nominal transaksi, jumlah pengguna, teknologi produk, kualitas tim, dan kompetitor.

    Perusahaan yang mengantongi status unicorn berdasarkan penilaian yang dikembangkan oleh pemodal ventura dan investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan. Semua unicorn sejatinya adalah startup, hanya nilainya dinilai berdasarkan potensi pertumbuhan dan perkembangan bisnis.

    Mengutip laporan Corporate Finance Institute (CFI), penilaian untuk dicap sebagai unicorn tidak ada kaitannya dengan kinerja keuangan masing-masing perusahaan atau data fundamental lainnya.

    Perlu dicatat tidak sedikit perusahaan teknologi dunia yang sudah mengantongi status unicorn namun belum menghasilkan keuntungan.

    Untuk mengantongi status unicorn merupakan proses yang melibatkan berbagai pertimbangan dari banyak faktor. Termasuk perkiraan pertumbuhan bisnis satu perusahaan dalam jangka panjang.

    Di samping itu, pemodal kapital dan investor kerap mempertimbagkan aspek rumit lainnya termasuk soal keberlangsungan satu model bisnis. Terlebih jika satu bisnis menjadi perusahaan pertama di suatu industri yang membuat proses penilaian menjadi semakin kompleks.

    Berdasarkan riset CB Insight, hingga Januari 2019 ada lebih dari 300 unicorn di seluruh dunia. Beberapa unicorn bahkan sudah 'naik kelas' dengan mengantongi status sebagai decacorn (valuasi US$10 miliar) dan hectocorn (valuasi US$100 miliar).

    Kelima perusahaan dengan valuasi tertinggi di dunia menurut CB Insight yakni Toutiao atau Bytedance (US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), WeWork (US$47 miliar), dan Airbnb (US$29,3 miliar).

    Sementara di Asia Tenggara sejauh ini ada tujuh unicorn dengan empat diantaranya berasal dari Indonesia. Keempat startup unicorn tersebut antara lain Bukalapak, Gojek, Traveloka, dan Tokopedia.

    Sumber
     


  2. Santanu Saputra

    Santanu Saputra New Member

    Joined:
    Aug 17, 2017
    Messages:
    326
    Likes Received:
    23
    Trophy Points:
    3
    Location:
    Indonesia, Jakarta
    Bukalapak menjadi salah satu unicorn yang berkembang cukup bagus di Indonesia. Berawal dari 2 orang programer di kost-kostan, sekarang menjadi salah satu persuahaan besar di negeri ini.
     
  3. Lentera

    Lentera blogger amatir

    Joined:
    Jul 2, 2015
    Messages:
    561
    Likes Received:
    63
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Indonesia
  4. Ryanadiputra

    Ryanadiputra New Member

    Joined:
    Sep 13, 2018
    Messages:
    23
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    3
    Padahal supaya dapet status unicorn butuh proses yang melibatkan berbagai pertimbangan dari banyak faktor, tapi gak sedikit juga perusahaan teknologi dunia yang belum menghasilkan keuntungan walaupun berstatus unicorn. emang gak gampang ya perusahaan itu.
     
  5. Ais elkirami

    Ais elkirami New Member

    Joined:
    Aug 30, 2016
    Messages:
    68
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    3
    Terus yang ngasih label atau nama sebuah perusahaan sudah menjadi unicorn itu siapa? dengan menggunakan metode apa? apakah sejenis ada sertifikatnya? Menjadi unicorn itu apakah ada masa tenggangnya? :D:D
     
  6. Lentera

    Lentera blogger amatir

    Joined:
    Jul 2, 2015
    Messages:
    561
    Likes Received:
    63
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Indonesia
    Valuasi tidak boleh dilakukan oleh pemilik, namun pemilik bisa meminta profesional seperti akuntan publik.
    Setidaknya ada 3 model untuk penilaian sumber: https://www.lenterabisnis.com/tiga-metode-valuasi-bisnis
     
    Last edited: Mar 1, 2019
  7. Ais elkirami

    Ais elkirami New Member

    Joined:
    Aug 30, 2016
    Messages:
    68
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    3
    Ternyata begitu ya kang..
     
Loading...

loading...

Loading...

Tags:

Share This Page