Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit (cpo)

Lentera

blogger amatir
Kelapa sawit mempunyai prospek untuk dikembangkan biodiesel dan mampu bersaing dengan minyak nabati lainnya untuk memenuhi permintaan dunia untuk pangan dan non pangan. Angka pertumbuhan produksi kelapa sawit Indonesia cukup tinggi (14%) diatas Malayasia (7%). Pada saat ini produksi minyak sawit kita masih dibawah Malaysia.

Pada 2020 produksi minyak sawit nasional diprediksi bakal menembus angka 15 juta ton, atau melampaui produksi Malaysia yang sekitar 10 juta ton per tahun. Ekspor Indonesia sebagian besar masih dalam bentuk crude palm oil (CPO). Harga CPO bakal terpuruk karena pasok berlebih. Gejala itu bahkan sudah terlihat akhir-akhir ini di mana harga CPO cenderung menurun seiring meningkatnya pasok Indonesia dan negara produsen utama lainnya.

Salah satu alternatif pemanfaatan minyak sawit di masa datang dengan diversifikasi produksi menjadikannya sumber energi biodiesel yang dapat digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Biodiesel diproduksi melalui proses interesterifikasi antara minyak sawit dan methanol yang menggunakan katalis basa pada suhu sekitar 60 derajat Celcius. Namun produksi biodiesel minyak sawit perlu dipadukan dengan proses pemisahan karoten untuk meningkatkan nilai tambah.

Berdasarkan hasil penelitian BPPT, bahan bakar biodisel terbilang ramah lingkungan karena tingkat pencemarannya rendah. Hal ini karena bebas polutanya SOx NOx dan timbal dalam BBM. Biodisel kelapa sawit di negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia sudah banyak diaplikasikan. Sedangkan pemakaian secara besar-besaran justru terjadi di negara Amerika Latin dan Afrika, di mana produksi kelapa sawit cukup tinggi. Di Jerman pemakaian biodisel sudah diterapkan langsung, baik untuk kendaraan maupun mesin industri. Bahkan Jerman sebagai negara yang sama sekali tidak memproduksi minyak kelapa sawit telah menjadi penghasil biodisel terbesar di dunia.

Selain ramah lingkungan, kelebihan lain produk ini yaitu pembakaran di dalam mesin makin sempurna dan emisi yang dikeluarkan sedikit serta asap yang keluar dari knalpot tidak pedih di mata. BBM ini makin cepat pembakarannya, mesin pun bekerja optimal dan membuat mesin makin awet.

Kelangkaan BBM yang kini terjadi hendaknya dijadikan momentum bagi pemerintah untuk menyiapkan kebijakan yang mendukung penggunaan biodiesel dan bioetanol. Perlu adanya kesungguhan dan komitmen pemerintah untuk pengembangan biodisel dan gasohol baik dari tingkat pusat hingga pemerintah kabupaten.
 
Loading...

Thread Terbaru

Top