Bursa Asia Longsor Akibat Batalnya Pertemuan Korea Utara Dan Korea Selatan

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by HOPTION, May 16, 2018.

  1. HOPTION

    HOPTION New Member

    Joined:
    Apr 5, 2018
    Messages:
    59
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    1
    Bursa saham Asia sebagian besar longsor dalam perdagangan pada hari Rabu (16/5) ini, dengan indeks Nikkei 225 turun sebesar 0,32 persen ke level 22.744, dan Hang Seng turun sebesar 0,54 persen ke level 30.981. Sementara Kospi turun sebesar 0,24 persen ke 2.452, sedangkan Straits Times turun 0,15 persen ke level 3.535 dan FTSE Malaysia terkoreksi tipis 0,09 persen ke 1.847.

    Meski banyak indeks saham yang mengalami penurunan, tetapi terdapat dua indeks saham yang menguat, yakni Taiex di Taiwan dengan kenaikan sebesar 0,28 persen ke level 10.904 dan ASX 200 di bursa Australia dengan kenaikan sebesar 0,42 persen ke 6.123.

    Korea Utara telah membatalkan pertemuan dengan Korea Selatan setelah adanya latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS). Hal ini menimbulkan pertanyaan akan kelanjutan pertemuan Korea Utara dan AS.

    “Risiko lebih luas bagi kawasan ini jika pembicaraan gagal adalah bahwa Trump tidak lagi merasa perlu untuk berada di kubu yang sama dengan China, dan hal itu tentu saja bisa mempertinggi tensi perang perdagangan lagi,” ungkap analis JPMorgan dalam catatan yang dikutip Reuters.

    Sentimen negatif pasar saham Asia lainnya adalah penguatan nilai tukar dolar AS yang terjadi belakangan ini, karena imbal hasil surat utang AS yang lebih tinggi menarik minat investor untuk memindahkan dananya ke Amerika, sehingga mendukung penguatan nilai tukar dolar.

    IHSG

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut melemah dalam perdagangan pada hari Rabu (16/5) ini, mengekor pelemahan bursa saham Asia di pagi ini. IHSG turun 55 poin atau 0,95 persen ke level 5.781 di awal perdagangan.

    Seluruh sektor yang terdapat di IHSG melemah, dengan pelemahan terdalam dipimpin oleh sektor infrastruktur sebesar 1,15 persen, kemudian di susul oleh sektor aneka industri dengan pelemahan sebesar 1,08 persen, dan sektor keuangan serta manufaktur yang masing – masing melemah sebesar 0,87 persen dan 0,86 persen.

    Investor asing mencatat penjualan bersih senilai Rp 59,94 miliar di seluruh pasar.

    Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar dari investor asing adalah TLKM dengan penjualan bersih senilai Rp 29,6 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan penjualan bersih senilai Rp 21 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan penjualan bersih senilai Rp 10,7 miliar.

    Saham-saham yang masih mencatat pembelian dari investor asing adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dengan pembelian sebesar Rp 8,6 miliar, UNTR dengan pembelian sebesar Rp 4,3 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan pembelian sebesar Rp 4,1 miliar.


    Sumber : Inforexnews
     


Loading...

loading...

Loading...

Share This Page