Cara Efektif Mengatasi Keputihan Berlebih

lingshenyao

New Member
11caramengatasikeputihanberlebihhalodoc.jpg
Keputihan merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan wanita. Sebab, pada dasarnya keputihan adalah kondisi normal pada wanita, di mana adanya lendir atau cairan yang keluar dari m1ss v. Hal ini wajar terjadi, sebab merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan. Perlu Anda ketahui, bahwa ketika seseorang mengalami keputihan, maka cairan yang diproduksi kelenjar m1ss v dan leher rahim akan keluar dengan membawa sel mati dan bakteri, dengan beitu m1ss v pun tetap terlindungi dari infeksi. Namun, bagaimana jika sakit keputihan berlebihan? Simak ulasan di berikut.

Secara umum, keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalammi menstruasi. Selain itu, Ibu hamil mungkin akan mengalami keputihan akibat perubahan hormon. Sedangkan, ketika wanita mulai memasuki masa menopause, maka keputihan yang biasanya ada pun akan berkurang.

Meski keputihan pada dasarnya merupakan suatu hal yang normal dan tidak perlu ditakuti, tetapi Anda tetap harus berhati-hati jika cairan keputihan yang keluar mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau. Sebab, kondisi ini dapat menjadi tanda keputihan yang tidak normal (keputihan abnormal), yang mana biasanya disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada organ reproduksi wanita. Keputihan abnormal juga sering kali merupakan salah satu tanda adanya penyakit kelamin wanita.

Perbedaan Keputihan Normal dan Abnormal

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa keputihan dapat dibedakan berdasarkan keputihan normal dan abnormal. Berikut ini adalah ciri-ciri cairan keputihan normal :
  • Tidak berwarna (bening) atau berwarna putih.
  • Tidak berbau atau tidak menyengat.
  • Teksturnya dapat berubah-ubah tergantung siklus menstruasi.
  • Meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam.
Sedangkan, ciri-ciri keputihan abnormal di antaranya adalah :
  • Cairan keputihan berwarna kekuningan, kehijauan, kecoklatan, atau abu-abu.
  • Mengeluarkan bau tidak sedap dan menyengat.
  • Teksturnya lain dari biasanya.
  • Keluar darah diluar masa menstruasi atau setelah berhubungan 's3kzual'.
Keputihan abnormal biasanya juga disertai dengan beberapa keluhan, seperti gatal pada area intim, sensasi panas di sekitar m1ss v, serta nyeri di panggul atau ketika buang air kecil.

Penyebab Keputihan Berlebih

Meski merupakan kondisi yang normal, namun tak jarang keputihan menimbulkan rasa ketidaknyamanan lantaran keluarnya cairan keputihan berlebih. Normalnya, keputihan berlebih disebabkan karena wanita telah memasuki masa suburnya, yang mana juga dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.

Sementara itu, penyebab keluarnya cairang keputihan yang tidak normal adalah :
  • Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri adalah penyebab paling umum dan paling utama yang terjadi di area m1ss v, yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya keputihan berlebih. Kondisi ini dapat ditandai dengan keluarnya cairan keputihan yang berbau amis, dan berwarna putih cenderung abu.
  • Infeksi Jamur
Selain infeksi bakteri, infeksi jamur menjadi penyebab lain dari keputihan berlebih yang tidak normal. Hal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan jamur pada lapisan dalam m1ss v Anda, sehingga cairan keputihan yang keluar dari m1ss v semakin banyak. Kondisi ini juga dapat disertai dengan bau m1ss v yang tidak sedap. Untuk mencegah kondisi ini, sebaiknya Anda membersihkan organ intim Anda secara rutindengan cara yang benar.
  • Infeksi Menular 's3kzual'
Keputihan berlebihan juga dapat disebabkan oleh penyait menular 's3kzual', seperti gonore atau klamida. Kondisi ini umumnya terjadi karena melakukan hubungan intim tanpa menggunakan pengaman dengan pasangan yang terinfeksi. Gejala yang muncul berupa keputihan berlebih yang disertai dengan bau amis yang cukup menyengat, serta rasa gatal dan sensasi terbakar di area m1ss v.
  • Penggunaan AKDR
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), yang mana merupakan jenis alat kontrasepsi yang langsung dimasukkan ke dalam rahim juga dapat menyebabkan keluarnya cairan keputihan berlebih. Hal ini disebabkan karena respons tubuh terhadap benda asing. Sebenarnya keputihan berlebihan akibat penggunaan AKDR tidak perlu dikhawatirkan, selama tidak disertai bau, perubahan warna, dan nyeri panggul atau gatal.
  • Alergi
Alergi juga bisa menjadi penyebab munculnya keputihan berlebih. Dalam hal ini, penggunaan sabun pembersih m1ss v, kondom, pelumas, dan sebagainya dapat memicu alergi pada m1ss v, sehingga muncul keputihan berlebih sebagai respon alami tubuh. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda hentikan penggunaan alat-alat tersebut jika muncul tanda-tanda alergi. Dan jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter mengenai masalah tersebut.
  • Ovulasi
Selain akibat dari infeksi, keputihan berlebih bisa jadi merupakan tanda-tanda atau gejala ovulasi. Ovulasi sendiri adalah proses terjadinya pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium). Hal ini menandakan bahwa wanita sedang berada dalam fase paling subur saat itu. Hal ini biasanya terjadi setidaknya sekali dalam sebulan.

Cara Merawat m1ss v dari Keputihan

Banyak wanita yang merasa khawatir akan kondisi keputihan yang terkadang terasa gatal dan menimbulkan aroma tidak sedap pada m1ss v. Maka dari itu, kami akan memberikan tips merawat m1ss v dari keputihan, yang dapat dilakukan di rumah.
  • Jangan garuk m1ss v
Keputihan yang gatal memang sangat mengganggu, Anda pun bisa merasa gemas dan ingin selalu menggaruknya. Padahal, menggaruk m1ss v malah akan membuat rasa gatal itu semakin menjadi dan dapat membuat area di sekitar m1ss v Anda menghitam. Jika kondisi ini terjadi, Anda hanya perlu membilas m1ss v dengan air hangat saja, yang mana seharusnya sudah cukup untuk menghilangkan rasa gatal tersebut.
  • Kompres m1ss v dengan air dingin
Mengompres m1ss v dengan air dingin juga dapat membantu menghilangkan sensasi panas dan rasa gatal di m1ss v akibat keputihan berlebih. Pertama-tama siapkan handuk yang telah dibasahi air dingin, kemudian kompres bagian m1ss v selama beberapa saat, hingga rasa gatal dan sensasi panas yang dirasakan menghilang.
  • Hindari pemberian sabun pada m1ss v
Sebenarnya, m1ss v tidak parlu dibersihkan menggunakan sabun, melainkan cukup hanya dengan air saja. Selain itu, tidak semua jenis sabun baik digunakan untuk membersihkan m1ss v. Hal ini disebabkan karena, sabun mengandung pewangi yang dapat menyebabkan alergi pada m1ss v yang pada dasarnya bersifat sensitif. Pewangi pada sabun juga dapat menyebabkan rasa gatal semakin parah dan semakin lama untuk dapat disembuhkan. Selain sabun, sebaiknya hindari juga pemakaian bedak pada m1ss v.
  • Gunakan celana yang nyaman
Gatal pada m1ss v juga bisa disebabkan oleh penggunaan celana yang tidak nyaman. Sebaiknya gunakan celana berbahan katun dan hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat.
  • Konsumsi Yogurt
Mengonsumsi yogurt ternyata juga bisa jadi salah satu cara untuk mengurangi rasa gatal di m1ss v akibat keputihan berlebih. Pasalnya, yogurt memiliki kandungan lactobacillus yang dapat membantu melawan bakteri jahat yang menyebabkan keputihan menimbulkan rasa gatal.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai keputihan. Semoga apa yangkami sampaikan dampat menambah ilmu dan manfaat bagi Anda semua.

Baca Juga : Mengobati Kista Ovarium dan Mioma TANPA OPERASI

https://lingshenyao.id/obat-tumor-rahim/
 
Loading...

Thread Terbaru

Top