Cara Mengobati Lipoma Dengan Bawang Putih dan Penyebab-nya !

lingshenyao

New Member
Lipoma merupakan tumpukan dari jaringan lemak yang berposisikan di bagian kulit dan otot. Lipoma sendiri seringkali berbentuk benjolan kecil dibawah kulit anda. Lipoma sendiri akan terasa kenyal dan tidak sakit ketika ditekan. Hal ini sendiri tidak berbahaya dan tidak bersifat kanker namun dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri anda. Salah satu nya adalah bawang putih yang bisa mengatasinya. Lantas, bagaimana Cara Mengobati Lipoma Dengan Bawang Putih, Simak beritanya dibawah ini:

Cara Mengobati Lipoma Dengan Bawang Putih
Bawang putih memiliki kandungan belerang layaknya adenosin, parafinat polisulfida serta allisin yang terbukti bisa mengurangi jumlah timbunan lemak dibawah kulit ini.

Cara Pengobatan:
  • Beberapa tetes minyak bisa anda campurkan dengan bawang putih seperti minyak kelapa dan minyak zaitun. Anda bisa menggunakannya untuk melakukan pijatan pada daerah yang memiliki lipoma selama beberapa menit.
Berikut adalah beberapa bahan alami lainnya yang bisa mengobati lipoma:

1. Cuka Sari Apel
Salah satu perawatan sederhana namun cukup bermanfaat untuk lipoma adalah cuka sari apel. Kandungan yang ada didalamnya bisa menyeimbangkan tingkatan pH dalam tubuh sehingga membersihkannya dan mencegah dalam kembali kambuh. Benjolan juga bisa dilunakan secara perlahan dengan menggunakan cuka sari apel ini yang juga bisa membantu sistem pencernaan tubuh dan mengeluarkan racun jahat.

2. Kunyit
Kunyit juga bisa digunakan untuk mengatasi lipoma karena kandungan curcumin nya dengan sifat anti-inflamasi yang disertakan antioksidan dan secara aktif bisa membantu mengecilkan benjolan.

3. Minyak Jarak
Berbagai pertumbuhan jinak seperti lipoma juga bisa diatasi oleh minyak jarak. Kandungan asam risinoleat yang ada di dalam minyak jenis ini bisa mengecilkan ukuran benjolan lemak yang ada dibawah kulit anda.

Penyakit Tumor Lipoma merupakan suatu benjolan yang tumbuh diantara lapisan otot dan kulit. Benjolan ini terasa sangat lunak dan bisa digoyangkan dengna mudah jika ditekan secara perlahan dengan menggunakan jari. Rasa sakit juga tidak disebabkan oleh benjolan ini jika ditekan dari benjolan yang termasuk tumor jinak ini.

Orang-orang berusia 40 hingga 60 tahun biasanya lebih sering mengalami lipoma jika dibandingkan dengan yang lainnya. Penyakit ini juga lebih banyak diderita oleh pria jika dibandingkan dengan wanita. Perawatan khusus juga tidak diperlukan oleh lipoma karena tidak bersifat ganas dan tak berbahaya. Namun, anda bisa melakukan operasi guna untuk menghilangkan lipoma.

Penyakit Tumor Lipoma
Gejala Lipoma
Penyakit ini sendiri bisa saja terjadi pada bagian tubuh mana pun. Namun dalam kebanyakan kasus, lipoma sendiri biasanya terjadi pada bagian-bagian seperti leher, paha, punggung, lengan, perut, dan juga bahu. Ciri-ciri sebagai berikut dibawah ini merupakan ciri umum dari lipoma:

  • Benjolan ini bisa tumbuh membesar menjadi sebesar pola pingpong maksimalnya.
  • Benjolan yang bertumbuh dengan sangat lambat.
  • Konsistensi lemak yang tinggi seperti lemak dari daging merah yang menyebabkannya terasa lembek.
  • Sangat mudah untuk digoyangkan.
Rasa sakit biasanya akan timbul ketika benjolan sudah tumbuh cukup besar sehingga menekan area saraf di sekitarnya.

Penyebab Lipoma
Lipoma sendiri belum diketahui secara pasti penyebab utama nya karena ada beberapa faktor risiko seperti dibawah ini yang bisa menyebabkannya:

  • Keturunan.
  • Usia mulai dari 40-60 tahun.
  • Penyakit khusus tertentu seperti sindrom Cowden, penyakut Madelung, serta adiposis dolorosa.
Lipoma sendiri juga ternyata bisa terjadi pada bagian gigi dan gusi manusia yang bisa berbahaya, berikut pembahasannya :

Salah satu ketakutan yang dapat terjadi pada semua orang adalah adanya benjolan dibagian bawah dagu atau bahkan di dalam bagian mulut. Dalam beberapa kasus, benjolan ini sendiri dapat berarti gangguan kesehatan namun masih banyak orang yang tidak mengganggapnya serius. Jenis benjolan ini termasuk jenis kelenjar getah bening. Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan tanpa dari tubuh yang sedang melawan berbagai macam infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

Lipoma merupakan benjolan yang berisikan jaringan lemak dan biasa tumbuh dengan lambat di antara bagian otot dan kulit. Lipoma biasanya berbentuk lunak dan tidak membuat rasa sakit. Faktor genetika dan umur bisa menjadi alasan lipoma muncul serta gejala-gejala lain:

  • Diabetes antara 1-3 cm yang tidak melebihi ukuran 5cm.
  • Tumbuh semakin besar tanpa disadari dan bisa terasa sakit saat ditekan.
  • Bergerak dan bergeser jika ditekan dengan jari karena bentuknya yang lembek layaknya karet.
Selain lipoma, beberapa penyebab ini juga merupakan kenapa adanya benjolan yang bisa terjadi pada gigi dan gusi.

Penyebab
1. Limfadenitis
Suatu kondisi peradangan yang menyerang bagian kelenjar getah bening adalah limfadenitis. Jenis ini biasa ditandai dengan munculnya benjolan pada bagian leher serta bagian yang terkena limfadenitis lainnya seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Biasanya, jenis limfadenitis akan disertai dengan beberapa gejala lain seperti rasa nyeri dan demam. Beberapa gejala limfadenitis lain yang bisa dikenali adalah:
  • Keringan saat malam hari.
  • Nafsu makan yang mulai berkurang.
  • Nanah atau cairan yang keluar dagi kelenjar getah bening bengkak.
  • Tanda-tanda infeksi yang terjadi di bagian saluran pernapasan bagian atas.
2. Gondongan
Virus dapat menyebabkan infeksi yang ditularkan dan menjadi penyebab utama penyakit gondongan. Pembengkakan yang terjadi karena gondongan sendiri biasanya disertai dengan rasa sakit pada bagian kelenjar ludah. Biasanya leher kanan dan kiri adalah tempat dimana gondongan terjadi.

3. Kista Gusi
Selain itu, benjolan yang terjadi di gusi juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit lainnya seperti kista.

Bagian sekitaran gusi dan gigi faktanya juga bisa menjadi tempat kista bersarang selain hanya rahim saja. Kantong berisikan cairan yang terbentuk pada area di sekitar mulut dan gigi disebut dengan kista gigi. Biasanya, jenis kista gigi sendiri bisa terjadi karena adanya suatu infeksi pada bagian mulut karena adanya akar gigi yang sudah mati. Seringkali kista jenis ini tidak disadari keberadaannya. Saat sedang melakukan pemeriksaan dokter gigi lah baru jenis kista ini biasanya disadari oleh orang-orang atau saat melakukan rontgen pada bagian rahang.
 
Loading...

Thread Terbaru

Top