Gejala Kanker Atau Tumor Kelenjar Getah Bening

lingshenyao

New Member
c68612c9-c194-481b-b027-abceecd9d862_169.jpeg
Pengertian Penyakit Kelenjar Getah Bening
Kelenjar getah bening adalah termasuk bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang dapat membantu melawan infeksi, baik yang disebabkan karena bakteri, virus, atau lainnya. Jika terjadi infeksi, maka kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda dan gejala. Setelah infeksi mulai mereda, maka kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya.

Gejala Penyakit Kelenjar Getah Bening
Pada dasarnya, kelenjar getah bening ada diseluruh tubuh, namun kondisi pembengkakan ini biasanya hanya akan terjadi di area leher, ketiak, dagu, dan juga pangkal paha. Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan kondisi ketika kelenjar getah bening yang hanya sebesar kacang dan berisi sel darah putih mengalami pembesaran. Kondisi ini akan ditandai dengan ciri seperti berikut:
  • Kelenjar getah bening yang mulai terasa keras ketika ditekan.
  • Kelenjar getah bening yang membengkak tanpa ada sebab yang jelas disertai badan yang terasa lemah.
  • Kelenjar getah bening yang telah membengkak lebih dari dua minggu dan/atau disertai dengan ukuran yang membesar.
  • Demam yang juga tidak kunjung mereda.
  • Selalu berkeringat ketika malam hari.
  • Penurunan berat badan tanpa adanya sebab yang jelas.
  • Sakit pada tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas.
Penyebab Penyakit Kelenjar Getah Bening
Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan adalah faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Beberapa contoh infeksi ringan tersebut merupakan demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan juga infeksi kulit. Pada kasus yang jarang sekali terjadi, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu, seperti artritis reumatoid, campak, lupus, sarkoidosis, rubella, tuberkulosis, sifilis, kanker, HIV/AIDS, cytomegalovirus, dan juga kanker (seperti leukimia limfositik kronis dan limfoma non-Hodgkin).
Komplikasi pembengkakan kelenjar getah bening bisa terjadi jika infeksi penyebab pembengkakan kelenjar tidak segera diobati. Komplikasi tersebut bisa berupa pembentukan abses (kumpulan nanah karena akibat infeksi) dan bakteremia (infeksi dalam aliran darah).

Diagnosis Penyakit Kelenjar Getah Bening
Pemeriksaan akan diawali dengan dokter menanyakan gejala yang akan menyertai di samping rasa sakit pada benjolan, misalnya demam, nyeri tenggorokan, penurunan berat badan, dan juga rasa lelah. Selain itu, dokter juga perlu mengetahui dari riwayat kesehatan pasien, misalnya riwayat sakit kanker, obat-obatan yang telah dikonsumsi, riwayat vaksin, dan aktivitas seksualnya.
Dokter juga akan mengecek sifat dari benjolan. Misalnya, apakah benjolan bersifat keras atau lembek, kecil atau besar, bisa bergeser atau tidak bisa digeser, serta sakit atau tidak sakit. Benjolan kelenjar getah bening yang sakit, lembek, dan bisa bergeser biasanya disebabkan oleh infeksi. Sedangkan, benjolan kelenjar getah bening yang tidak sakit, keras, dan tidak bisa digeser biasanya disebabkan karena kanker yang menyebar ke kelenjar tersebut. Berikut ini merupakan beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis pembengkakan kelenjar getah bening:
  • Pemeriksaan darah lengkap. Metode ini akan membantu dokter dalam mengevaluasi kesehatan pasien secara menyeluruh. Sejumlah kondisi (yang termasuk infeksi dan leukemia) bisa terdeteksi melalui pemeriksaan darah yang lengkap.
  • Biopsi. Metode ini biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai kanker sebagai penyebab pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter akan mengambil sampel kelenjar lalu menelitinya di laboratorium.
  • CT Scan dan pemeriksaan X-ray. Melalui kedua metode pemindaian berikut ini, lokasi infeksi atau tumor yang akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening bisa terdeteksi.

Pengobatan Penyakit Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan kelenjar getah bening ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, terutama ketika penyebab dari pembengkakan tergolong ringan (seperti pilek atau demam kelenjar). Yang harus kamu lakukan hanyalah beristirahat dan banyak minum cairan. Rasa nyeri yang timbul bisa diatasi dengan obat-obatan pereda rasa sakit, seperti ibuprofen dan parasetamol.

Gejala umum tumor atau kanker kelenjar getah bening
Kanker kelenjar getah bening akan menimbulkan keluhan utama yaitu benjolan yang tidak akan terasa sakit, cenderung membesar, dan menetap. Biasanya juga akan timbul keluhan yang lain seperti demam menggigil, penurunan nafsu makan, sering mengalami infeksi yang susah untuk disembuhkan, kelelahan yang sangat amat, batuk yang juga tidak kunjung sembuh, atau yang lainnya.
Namun, ciri-ciri kanker getah bening juga bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung dari pada jenisnya, yaitu, kanker getah bening yang disebut dengan limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis kanker getah bening ini terlihat seperi serupa, namun sebenarnya mereka punya ciri yang khusus dan berbeda.

Ciri-ciri kanker atau tumor kelenjar getah bening non-Hodgkin
Kanker getah bening non-hodgkin bisamenyebabkan beragam tanda dan gejala yang berbeda, bergantung dari pada lokasi kanker berkembang. Dalam beberapa kasus mungkin kanker tidak akan menimbulkan gejala apapun sampai kanker berkembang cukup besar.
Ciri-ciri kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin yang umum sering dialami adalah:

  • Pembesaran kelenjar getah bening di area leher, ketiak, atau selangkangan, yang tidak terasa sakit
  • Rasa sakit atau pembengkakan di area perut
  • Merasa cepat kenyang meskipun cuman makan sedikit
  • Nyeri atau perasaan tertekan di area dada
  • Sesak napas atau batuk
  • Demam
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya
  • Berkeringat di malam hari
  • Kelelahan yang ekstrim
  • Kurang sel darah merah (anemia)
Jika Anda melihat adanya tanda-tanda kanker getah bening seperti yang disebutkan di atas, khususnya bila sebagian besar Anda rasakan dalam waktu bersamaan, sebaiknya segera datang dan periksa ke dokter untuk memastikan apa penyebabnya.

Ciri-ciri kanker atau tumor kelenjar getah bening Hodgkin
Seseorang yang mengidap kanker getah bening Hodgkin bisa saja tetap merasa sangat sehat. Namun biasanya Anda bisa melihat tanda-tandanya ketika kanker Hodgkin berkembang di area dalam tubuh. Karena itu, cermatilah apakah ada gejala-gejala kanker getah bening Hodgkin seperti berikut ini:
Pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pada selangkangan, tanpa merasakan sakit
Demam dan badan yang menggigil
Kelelahan yang terus-menerus
Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
Kehilangan seleran makan
Gatal-gatal
Peningkatkan sensitivitas terhadap efek alcohol.
Segera kunjungi dokter apabila sudah terlihat ciri-ciri kanker kelenjar getah bening seperti di atas untuk memastikan apa penyebab secara pasti dari keluhan yang Anda alami, sehingga dapat ditangani dengan baik.
Pemeriksaan medis bisa dilakukan dengan pemeriksaan jaringan kelenjar getah bening melalui metode eksisional biopsi ataupun insisional biopsi. Tes darah juga dapat membantu, mengetahui jumlah sel darah putih. Sekalipun ciri-cirinya sudah terlihat jelas, pemeriksaan medis bisa membantu dokter untuk melihat stadium kanker yang telah bersarang pad tubuh Anda.
Bila kanker ditemukan masih dalam tahap awal perkembangannya, besar kemungkinan Anda belum perlu UNTUK melakukan proses pengobatan atau pembedahan yang menyakitkan. Jadi, penting bago Anda mengenali ciri-ciri kanker kelenjar getah bening untuk deteksi dini.
Pencegahan Penyakit Kelenjar Getah Bening


Penyakit ini bisa dicegah dengan cara mengikuti beberapa gaya hidup sehat seperti di bawah ini:

  • Perhatikan asupan nutrisi.
  • Rutin melakukan olahraga.
  • Mencukupi kebutuhan cairan.
  • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol.
  • Istirahat yang cukup.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki beberapa gejala seperti yang disebutkan seperti di atas yang berlangsung selama beberapa hari atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Jangan hanya menganggap itu hanya sebagai penyakit biasa, sebab penyakit ini akan lebih mudah sembuh jika dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.



Baca juga :

 
Loading...

Thread Terbaru

Post Terbaru

Top