Hati-Hati, Optimisme Konsumen Meredup Karena PPN Sembako

Kukuh_03

New Member


Bisnis, JAKARTA — Rencana penerapan skema multitarif pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tarif umum sebesar 12% berisiko menggerus optimisme konsumen yang sejauh ini terpantau meningkat. Dalam survei konsumen Bank Indonesia pada Mei 2021, terpotret optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menguat. Hal tersebut tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2021 sebesar 104,4, meningkat dibandingkan dengan IKK April 2021 sebesar 101,5. Namun, kenaikan tarif PPN dinilai akan menggerus keyakinan dan optimisme konsumen dalam memandang prospek ekonomi ke depan. Pasalnya, kebijakan ini berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga.

“Sedikit saja naik, misal harga beras dari Rp10.000 yang tadinya tidak kena PPN menjadi Rp11.000, maka tambahan Rp1.000 akan menggerus daya beli masyarakat sehingga IKK bisa kembali mengalami penurunan,” kata Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira saat dihubungi, Rabu (9/6).

Menurutnya, rencana menaikkan tarif PPN di tengah upaya pemulihan ekonomi tidaklah tepat, apalagi jika menyangkut bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat banyak. Peningkatan tarif PPN pada bahan pokok dinilai akan sangat berdampak pada konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah, bahkan akan berdampak pada meningkatnya garis kemiskinan.

Baca juga : Presiden Tetap Bisa Dikritik, Mekanisme Konstitusional Juga Ada

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyarankan kepada pemerintah untuk melanjutkan berbagai program perlindungan sosial untuk memproteksi daya beli masyarakat. Langkah ini perlu dilakukan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional serta membaiknya indeks keyakinan konsumen. Di sisi lain, penanganan pandemi Covid-19 juga harus dilakukan dengan maksimal sehingga penyebaran wabah bisa lebih terkendali. Jika dua hal itu berjalan beriringan, maka konsumsi akan terakselerasi.

“Ketika kasus Covid-19 meningkat dan berdampak pada aktivitas masyarakat, maka optimisme masyarakat berpeluang menurun. Sebaliknya, jika pemerintah berhasil menjaga penyebaran kasus, ini bisa berdampak stabilitas IKK di bulan berikutnya untuk tetap berada di level optimistis,” jelasnya.

Sumber : Bisnisindonesia.id
 
Loading...

Thread Terbaru

Top