Ini dia penyebab miom pecah !

lingshenyao

New Member
Penyakit miom merupakan benjolan berisi otot polos atau juga jaringan ikat. Isi dari benjolan tersebut membentuk pusaran didalamnya seperti konde. Pemicu miom belum bisa dipastikan, namun salah penyebab penyakit miom di rahim yaitu hormone yang tidak seimbang. Apakah ketika miom pecah apakah bahaya? Dan apa penyebab miom pecah? Berikut kita berikan info selengkapnya !

Gejala awal mioma banyak tidak disadari seorang wanita, sehingga baru dirasakan ketika mioma sudah besar. Pada kasus miom yang sudah parah, biasanya dokter menyarankan untuk melalui presedur operasi pengangkatan miom. Berikut gejala klinis mioma uteri :

Pendarahan berat saat menstruasi
Pendarahan berlebihan ketika haid adalah salah satu tanda miom sudah mulai parah. Perdarahan berlebihan ini kerap membuat wanita menjadi anemia dan lemas.

Terjadi masalah kandung kemih
Sering buang air kecil bisa memicu rasa nyeri pada saluran kemih. Tak sediet penderita miom jika nyeri yang timbul adalah karena masalah perkemihan. Pada miom yang sudah membesar bisa menekan organ yang ada disekitarnya, misalnya kandung kemih. Jadi meski kandung kemih belum cukup penuh, sudah timbul rasa ingin kencing.

Sembelit
Selain menekan kandung kemihan, mioma pun bisa menekan bagian pencernaan sehingga seseorang sering mengeluh sembelit. Walauun penderita rajin konsumsi makanan serat, tak cukup mengobati sembelit. Jika dibiarkan dengan waktu yang lama dapat mengganggu metabolisme.

Sakit saat berhubungan intim
Ketika miom sudah membesar akan mempengaruhi saat berhubungan intim. Pada kasus yang sudah cukup parah, saat berhubungan intim dapat hingga mengalami pendarahan.

Adanya rasa tekanan di daerah panggul
Ketika ukuran miom membesar biasanya menimbulkan nyeri di daerah panggul, selain itu juga ada perasaan tertekan. Sehingga tidak nyaman saat beraktivitas.Rasa nyeri yang timbul juga sering datang secara tiba-tiba dan kembali menghilang.

Keadaan yang menjadi penyebab miom pecah belum dapat diketahui. Namun, ada beberapa hal yang memicu pertumbuhan miom ini. Berikut beberapa faktor pemicunya :

  • Hormon
Ada 2 hormon yang diproduksi ovarium, yaitu estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan lapisan dinding rahim beregenerasi setiap menstruasi, sehingga dapat merangsang tumbuhnya miom jika darah tidak keluar semua. Sedangkan ketika hamil kedua hormon ini terjadi peningkatan, sehingga memperbesar peluang tumbuhnya miom.

  • Riwayat keluarga
Miom juga dapat diturunkan dari generasi sebelumnya. Misalnya pada seseorang yang memiliki ibu, nenek atau saudara perempuan yang mengalami. Maka risiko terkena miom juga menjadi lebih besar.

Jika anda mengalami gejala dan mempunyai salah satu faktor pemicu sebaiknya periksakan diri pada dokter. Untuk pemeriksaanya akan diawali dengan wawancara medis terkait gelaja yang dirasakan dan Riwayat menyakit pasien. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan fisik pada daerah rahim, untuk melihat apakah terdapat ciri tumor atau tidak. Jika ditemukan yang dicurigai miom, maka akan dilakukan pemeriksaan penunjang. Yaitu dengan USG dan MRI.
Setelah mendapatkan hasil dari pemeriksaan, maka akan di putuskan pengobatan yang dibutuhkan pasien. Berikut beberapa cara pengobatan bagi pasien miom :

Pemberian obat anti-nyeri, misalnya parasetamol.
Terapi hormonal. Terapi ini dilakukan menggunakan gonadotropin-releasing hormone (GnRH) atau preparat progestin. Kedua bahan ini bertujuan untuk membantu menyeimbagkan hormone.

Prosedur miomektomi. Pengobatan ini dilakukan dengan cara pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat mioma. Proses pengobtan ini sebaiknya dipertimbangkan pada wanita usia muda dan masih ingin untuk hamil dalam waktu dekat. Hal ini karena setelah melakukan operasi, pasien disarankan untuk menunda kehamilan 4 hingga 6 bulan.

Prosedur histerektomi. Cara ini yaitu dengan cara operasi pengangkatan rahim. Prosedur ini menjadi pilihan terakhir karena setelah melalukan prosedur ini tak bisa hamil lagi. Maka perlu di pikirkan baik-baik jika ingin memutuskan memilih prosedur ini untuk pengobatan miom.

Pasien juga akan dipantau dengan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan fisik secara umum dan USG, biasanya dilakukan dalam masa penyembuhan setiap 6 hingga 8 minggu. Namun, jika penyembuhan berjalan dengan baik maka kontrol dilakukan setiap 3 hingga 4 bulan.

Fakta Penyakit Miom


Selain melakukan pengobatan dan menghindari penyebab penyakit miom di rahim, Anda juga dapat melakukan pennyembuhan dengan bahan alami. Makanan pantangan penyakit miom berupa makanan berlemak dan makanan pedas. Namun ada juga makanan yang judtru disaranakan untuk perderita miom. Berikut makanan yang dapat mencegah miom membesar :


Pare

Walaupun sayur pare memiliki rasa pahit, namun kandungan vitamin Cnya cukup tinggi. Sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyebuhan luka. Daya tahan tubuh yang menurun dapat menjadi salah satu pemicu miom semakin membesar.

Pada beberapa terapi penyembuhkan biasanya pare lebih sering dijadikan jus. Namun apakah miom dapat disembuhkan dengan minum jus pare? Tentunya untuk para pedderita miom banyak yang bertanya-tanya akan hal ini. Jawabannya bisa. Jus pare dipercaya mampu mengecilkan hingga mengobati miom.

Dengan konsumsi jus pare dengan rutin minimal 1 hari sehari dapat membantu mengecilkan miom. Jus ini juga biasa ditambahkan dengan brokoli yang juga baik untuk pederita miom. Untuk menambah rasa jus agar tidak terlalu pahit, bisa anda tambahkan perasan jeruk lemon dan juga madu. Berikut cara membuat jus pare untuk miom :


Bahan yang peru disiapkan :


• 1 batang pare.
• 300 gram brokoli.
• 1 buah lemon.
• 3 sendok madu.
• Air 500 ml.


Cara membuatnya :


1. Cuci bersih pare, brokoli dan lemon.
2. Potong pare agar lebih mudah di blender. Jangan lupa buang biji pare agar tidak terlalu pahit.
3. Masukan pare, brokoli dan air kedalam blender. Lalu blender hingga halus.
4. Saring jus pare sambil dipindahkan dalam gelas.
5. Tambahkan perasan lemon dan juga madu.
Dalam 1 resep ini bisa untuk 2 kali minum. Sepalin pare dan brokoli Anda juga dapat konsumsi bayam dan wortel.

Lemon

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya jika miom dan kista termasuk pada jenis tumor. Tumor merupakan sel abnormal yang tumbuh tidak terkendali dan berpotensi bekembang menjadi kanker. Jika tumor semakin membesar selain akan berkembang menjadi kanker.
Hasil penelitian juga menunjukkan jika ekstrak mampu menghancurkan sel-sel ganas didalam tubuh. Tak hanya miom dan kista saja, juga termasuk kanker usus, kanker paru-paru dan kanker payudara. Bahkan banyak peneliti berani mengklaim jika lemon lebih efektif dalam pengobatan kanker melebihi kemoterapi. Dengan catatan pasien tah mempunyai masalah lambung dan dikonsumsi dengan rutin dan sesuai anjuran. Selain lemon, juga bisa konsumsi apel, berry, alpukat dan pisang.


Omega 3
Omega 3 lebih dikenal dapat menutrisi otak, ternyata Omega 3 memiliki sifat antiradang. Sehingga dapat mencegah miom membesar. Benjolan yang sedang meradang dapat menimbulkan nyeri apalagi Ketika haid. Makanan yang mengandung Omega 3 yaitu tuna, salmon, sarden, kerrang dan kod.


Zat besi
Makanan untuk penderita kista dan miom yang terakhir yaitu makanan yang mengandung zat besi. Miom dapat menyebabkan perdarahan jika membesar, sehingga zat besi untuk menanggulanginya. Zat besi yang hilang perlu diganti agar tidak terjadi anemia. Makanan yang mengandung zat besi Misalnya daging sapi, sayuran hijau, ikan air tawar, apricot dan telur.



Mengobati Miom Tanpa Operasi !
 
Loading...

Thread Terbaru

Post Terbaru

Top