Ini Yang Harus Sang Ibu Lakukan Saat Anak Tertular Flu Singapura

Discussion in 'Health & Beauty' started by gazmen206, Apr 29, 2019.

  1. gazmen206

    gazmen206 New Member

    Joined:
    Apr 9, 2019
    Messages:
    6
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease adalah infeksi menular yang terjadi akibat virus coxsackievirus, bagian dari keluarga enterovirus. Penyebaran penyakit ini paling umum terjadi pada anak-anak, dan risiko paling tingginya dihadapi oleh anak di bawah lima tahun karena sistem imun mereka yang masih belum terbentuk sempurna.

    Meski begitu penyakit ini dialami oleh anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa juga. Saat anak tertular flu singapura, maka hal ini terjadi karena ia terkontaminasi melalui air liur, feses, cairan pada ruam kulit, atau sekresi pernapasan (batuk atau bersin) dari orang yang terinfeksi.

    Masa inkubasi virus flu Singapura berlangsung selama 3-6 hari sebelum memunculkan gejala. Umumnya, jika anak tertular flu Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, muncul sariawan atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi ini yang membuat pengidap flu Singapura merasakan ketidaknyamanan saat minum, makan, atau menelan. Satu sampai dua hari setelahnya, ruam juga muncul di telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong.

    Kiat Mengatasi Flu Singapura
    Sebetulnya saat anak tertular flu Singapura, ibu tidak perlu melakukan tindakan pengobatan apapun. Kondisi ini kerap pulih dengan sendirinya setelah 7 atau 10 hari. Flu Singapura tidak disebabkan oleh virus, sehingga tidak perlu mengonsumsi antibiotik, dan tidak ada antivirus yang spesifik untuk mengatasi virus penyebabnya. Ibu dapat melakukan perawatan mandiri untuk membantu meredakan gejala apabila anak menderita flu Singapura, caranya adalah:

    • Memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri atau demam.

    • Memastikan anak beristirahat secara cukup dan konsumsi banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tenggorokan.

    • Tidak memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena membuat luka di mulut dan akan terasa lebih menyakitkan.

    • Berikan makanan lunak atau sup, ini demi memenuhi nutrisinya. Pengidap flu Singapura biasanya mengalami gangguan menelan sehingga makanan yang masuk haruslah makanan yang mudah dikunyah.

    • Mengoleskan krim anti-gatal pada ruam.

    • Memberikan air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi, buah kaya air seperti semangka juga bisa diberikan.

    Mencegah Penularan Flu Singapura
    Seperti yang disebutkan sebelumnya, penyakit ini mudah menyebar melalui kontak dengan kotoran, air liur, lendir dari hidung, atau cairan dari sariawan yang pecah. Ketika anak tertular Flu Singapura, hentikan dulu semua kegiatan anak, termasuk pergi ke sekolah. Bahkan setelah anak sembuh, sisa virus hidup dapat tertinggal dalam kotoran (feses) mereka selama beberapa minggu, sehingga infeksi masih dapat menyebar ke orang lain.

    Berikut upaya pencegahan agar anak terhindar dari penyakit ini, caranya adalah:

    • Mengistirahatkan anak di rumah sampai keadaannya pulih.

    • Mencuci tangan dan menjaga kebersihan pribadi adalah perlindungan terbaik. Ingatkan semua orang dalam keluarga Anda untuk sering-sering mencuci tangan mereka, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok anak, dan sebelum menyiapkan atau makan makanan.

    • Jangan biarkan anak berbagi mainan atau memberikan ciuman saat dia terinfeksi.

    • Cuci dan sterilkan mainan dan benda-benda lain yang mungkin memiliki kuman.

    • Hindari berbagi peralatan makan dan mandi dengan orang yang terinfeksi.

    • Cuci dan sterilkan pakaian, seprai, dan selimut yang terkontaminasi dengan sabun dan air panas.
    Si Kecil dapat rentan terkena flu Singapura karena kekebalan tubuhnya masih rendah. Untuk itu, ketahui cara untuk mencegahnya dan pahami gejala yang dialami karena flu Singapura.
     


Loading...

Loading...

Share This Page