Investigasi Penasihat Khusus Mueller Dalam 5 Babak Dan 25 Subplot

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, Mar 25, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    225
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Penasihat Khusus Robert Mueller akhirnya sudah menyelesaikan penyelidikannya yang panjang tentang kemungkinan kolusi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Rusia. Laporan penyelidkan Mueller itu juga diserahkan ke Jaksa Agung William Barr, yang akan melaporkannya ke Kongres. Untuk bisa lebih memahami kesimpulan penyelidikan Mueller yang akan diumumkan Barr, Politico memecah cerita investigasi Mueller menjadi lima babak dan menyusun beberapa subplot untuk masing-masing babak untuk membantu menyusun narasi yang kompleks ini.

    Oleh: Darren Samuelsohn, Josh Gerstein, Cory Bennet, dan Kyle Cheney (Politico)

    Penasihat khusus Robert Mueller telah menghabiskan 675 hari terakhir untuk menyelidiki Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pembantunya, sekutunya, dan rekanannya. Plot utama penyelidikan Mueller adalah hal terkenal, yakni bahwa Mueller sedang menyelidiki apakah kampanye Trump berkonspirasi dengan Rusia untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016, dan apakah Presiden Trump telah menghalangi upaya penegakan keadilan mengenai potensi kolusi itu.

    Namun ada juga alur cerita yang saling terkait, subplot, dan karakter yang menjangkau dunia. Kita akan memecah cerita investigasi Mueller menjadi lima babak dan menyusun beberapa subplot untuk masing-masing babak untuk membantu menyusun narasi yang kompleks ini.

    BABAK I: 5 SUBPLOT
    Trump berada di pusat babak ini, yang menjadi awal dan akhir dari semuanya.

    Trump memecat James Comey
    Para penyelidik penasihat khusus Robert Mueller telah berfokus pada apakah Presiden Trump menghalangi keadilan dengan memecat Direktur FBI James Comey. Trump memberikan alasan berbeda untuk membenarkan keputusannya, termasuk mengatakan dalam wawancara NBC bahwa pemecatan itu terjadi karena “masalah Rusia ini.”

    Trump menyerang Departemen Kehakimannya
    Serangan Presiden Trump terhadap Departemen Kehakimannya sendiri telah lama berlawanan dengan norma. Berbagai serangan tersebut juga telah menempatkan penyelidik pemerintah di posisi yang canggung, di mana satu-satunya jalan mereka sebenarnya adalah mengabaikan Trump sebagai komandan tertinggi. Hal itu hampir tidak mudah ketika mempertimbangkan bagaimana Trump berulang kali mengeluhkan tentang Sessions, memakinya di Ruang Oval setelah penunjukan Mueller dan kemudian memberi tahu Hill.TV, “Saya tidak punya jaksa agung.”

    Beberapa pihak lain di Departemen Kehakiman juga diserang, dengan Presiden Trump menyerang semua orang mulai dari agen FBI, para jaksa Departemen Kehakiman yang ditugaskan ke tim penasihat khusus, hingga Mueller sendiri.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

Loading...

Share This Page