Isis Masih Hidup Di Suriah Selatan Dan Assad Memanfaatkannya

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, Apr 5, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    217
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Sementara Washington merayakan kemenangan, ISIS sedang berkumpul kembali, dan rezim Assad membiarkannya terjadi bahkan memanfaatkannya. Rezim Assad menyaksikan secara pasif ketika ISIS memecah belah masyarakatnya, dan memanfaatkannya agar masyarakat mencari perlindungan, tunduk pada pemerintah, dan bergabung dengan tentara Suriah.

    Oleh: Sarah Hunaidi (Foreign Policy)

    Dunia telah merayakan kekalahan ISIS sejak pertempuran terakhir di Baghouz pada tanggal 23 Maret. Pada bulan Februari, Presiden Donald Trump merayakan kemenangan Amerika Serikat (AS) yang mengklaim bahwa ISIS telah “100 persen” dikalahkan. Sementara itu, Amerika Serikat dan Inggris telah beralih pada perdebatan terkait pencabutan kewarganegaraan warga negara mereka yang bergabung dengan ISIS.

    Tetapi bertentangan dengan deklarasi Trump, kelompok teroris itu belum dikalahkan, dan saat ini sedang berkumpul kembali di dekat kota asal saya, Suwayda, di Suriah selatan—daerah yang telah lama diteror ISIS, sementara pemerintah Bashar al-Assad hanya berdiam diri dan membiarkannya terjadi.

    Pada 24 Juli 2018, saya memeluk ibu saya sebelum ia pergi meninggalkan Chicago untuk kembali ke Suriah melalui Lebanon. Tidak seperti banyak ibu Suriah lainnya, ibu saya diizinkan untuk mengunjungi putri pengungsinya karena kewarganegaraan Lebanon-nya. Ibu saya tiba di Suriah pada tengah malam. Empat jam kemudian, ISIS menyerang, dan saya kehilangan kontak dengan keluarga saya. Saya memantau tanpa daya dari media sosial, seiring para gerilyawan mengamuk dari rumah ke rumah.

    Selama tiga hari pertama serangan tanpa ampun di Suwayda, tentara Suriah menyaksikan dalam diam. Warga sipil dibiarkan sendiri untuk bertarung menggunakan pisau dapur, senapan berburu, dan apa pun yang mereka miliki. Sekitar 250 orang tewas, 300 orang luka-luka, dan puluhan perempuan dan anak-anak diculik dalam sehari. Setidaknya satu wanita Druze dieksekusi mati di tahanan ISIS.

    Saya melihat daftar itu dengan ngeri, berusaha menemukan anggota keluarga dan teman-teman saya. Pada hari-hari berikutnya, saya mengetahui bahwa mereka telah membunuh beberapa sepupu saya.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

Loading...

Share This Page