Issue Coworking Di Beberapa Virtual Office

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi Bisnis' started by SmartLegalID, Jan 22, 2019.

  1. SmartLegalID

    SmartLegalID New Member

    Joined:
    Dec 26, 2018
    Messages:
    11
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Coworking menjadi issue tersendiri yang muncul saat Anda memutuskan untuk menggunakan virtual office di Jakarta.


    Menemukan virtual office di Jakarta kini semakin mudah. Seiring pertumbuhan bisnis startup yang kian populer di kalangan muda, pertumbuhan profesi freelancer juga mendorong munculnya kantor tersebut. Berbeda dengan pebisnis pemula yang menggunakan kantor virtual sebagai domisili resmi, freelancer biasanya memanfaatkannya sebagai coworking space.

    Kalau Anda merasa asing dengan istilah yang disebut terakhir, coworking space adalah lokasi yang digunakan oleh beberapa orang dengan aktivitas bisnis berbeda. Mirip seperti gym atau tempat fitness, setiap orang yang terdaftar sebagai anggota membayar iuran bulanan untuk memanfaatkan fasilitas ruang kerja yang tersedia pada tempat tersebut. Dengan kata lain, mereka berbagi ruang kerja dalam satu gedung, sekalipun aktivitas bisnis yang dilakukan tidak sama atau tidak bersinggungan sama sekali.

    Beberapa virtual office di Jakarta seperti Legalo juga menyewakan ruang meeting yang bisa digunakan secara terpisah sesuai kebutuhan. Misalnya, Anda sebagai freelancer sedang mencari ruangan representatif untuk bertemu klien. Alih-alih bertemu di mall atau kafe, mengarahkan klien ke virtual office jelas lebih tepat. Suasana kondusif seperti berada di kantor sungguhan tentu membuat Anda dan klien berdiskusi lebih nyaman.

    Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti area kerja dan akses internet. Cocok bagi freelancer yang sedang jenuh bekerja di rumah atau butuh suasana baru agar lebih semangat bekerja. Memang gaya bekerja masa kini ini pun menghadirkan issue coworking di beberapa virtual office yang dianggap terlalu modern bagi mereka yang terbiasa bekerja secara konvensional. Apa sajakah issue yang dimaksud?

    Issue Coworking di Beberapa Virtual Office
    Jika boleh menyebut bekerja konvensional adalah bekerja di kantor pada pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore, maka bekerja di virtual office tidaklah demikian. Tidak terikat waktu dan tempat, tetapi tetap bisa produktif. Nah, empat issue berikut ini bisa menggambarkan mengapa cara kerja ini menjadi standar baru bagi generasi milenial.


    Biaya operasional lebih murah
    Tentu saja menyewa kantor virtual jauh lebih murah ketimbang menyewa ruang kantor secara fisik. Apalagi, lokasinya pun prestisius, terletak di gedung-gedung perkantoran yang berada di pusat bisnis ibu kota. Selain cocok untuk mereka dengan mobilitas tinggi, Anda tak perlu pusing soal perawatan dan pengamanan. Tinggal datang dan pakai, mudah!


    Mendukung pengembangan bisnis startup
    Setiap kota memang punya kebijakan berbeda soal pemakaian virtual office sebagai domisili usaha. Pemerintah DKI Jakarta melalui Surat Edaran No. 06/SE/2016 Kepala BPTSP sudah mengizinkan penggunaan alamat kantor virtual sebagai syarat memperoleh SKDU. Tentu ini mendorong para pebisnis startup untuk melegalkan bisnisnya. Nilai plus lain dari coworking adalah membuka kesempatan berkolaborasi dengan sesama pebisnis pemula, sehingga bisnis Anda bisa semakin berkembang.


    Kesempatan membangun jaringan
    Biasanya pengguna virtual office tidak hanya satu atau dua orang, tetapi sekelompok orang yang mungkin datang dan pergi setiap bulannya. Karena mereka bekerja di lokasi yang sama dengan Anda, kesempatan untuk membangun jaringan profesional pun lebih besar. Bahkan, bukan tak mungkin Anda bisa berkolaborasi dengan mereka. Bagian terbaiknya, Anda mengenal mereka secara nyata, bukan hanya sekadar berteman di dunia maya.


    Bebas menyewa sesuai kebutuhan
    Karena tidak terikat tempat dan waktu, Anda bebas saja menyewa ruangan untuk beberapa waktu. Bisa satu bulan, tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun. Bosan di kantor virtual tersebut, pindah saja ke tempat lain. Klien Anda lebih banyak di area Jakarta Selatan, pindahkan saja kantor Anda ke daerah TB Simatupang, misalnya. Pindahan juga tidak repot, hanya memindahkan alamat saja, tidak perlu angkut barang apa pun.


    Itulah empat issue coworking di beberapa virtual office. Tentu ini mendobrak gaya bekerja masa lalu yang terikat oleh jam kerja, aturan, dan kultur perusahaan yang ketat. Coworking dengan memanfaatkan virtual office di Jakarta justru membuka peluang besar para pebisnis muda untuk berkarya dan berkolaborasi lintas bidang, sehingga berdampak positif bagi perekonomian negara.

    Mau Pembahasan Mengenai Hukum dan Bisnis? Join telegram Smart Legal
    Channel Telegram
    Fanpage Facebook
     


Loading...

Loading...

Share This Page