Kenali Penyebab Kanker Rahim

lingshenyao

New Member
kanker-rahim-di-usia-muda-apa-sebabnya (1).jpg
Apa itu kanker rahim?
Kanker rahim merupakan salah satu jenis penyakit yang berkembang di dalam lapisan rahim. Rahim adalah organ kosong menyerupai buah pir yang terletak di antara kandung kemih dan rektum pada tubuh wanita.

Rahim adalah tempat di mana janin tumbuh dan berkembang selama masa kehamilan. Dinding dari rahim disebut dengan endometrium. Di bagian bawah rahim, terdapat organ yang menghubungkan dengan m1ss v, yaitu serviks atau leher rahim.

Kanker rahim terdiri dari beberapa jenis, dan salah satunya yang paling sering terjadi berawal di endometrium atau dinding rahim. Kondisi ini juga dinamakan dengan kanker endometrium.

Penyakit ini pada umumnya muncul ketika setelah masa menopause. Gejala yang paling sering muncul ialah pendarahan dari m1ss v dan nyeri di panggul, meskipun telah melewati masa menopause.

Seberapa umumkah kanker rahim?
Kanker rahim sediri merupakan penyakit yang sangat serius. Hingga saat ini, jumlah kasus kanker ini terus meningkat sebanyak 1-2% setiap tahunnya. Penyakit ini merupakan salah penyebab kematian tertinggi pada wanita.

Kanker jenis ini lebih banyak dan terjadi pada wanita setelah melewati masa menopause. Rata-rata perempuan yang terdiagnosis dengan penyakit ini sudah berusia 62 tahun. Namun, jumlah kasus wanita muda yang terkena penyakit ini pun mengalami peningkatan.
Selain itu, ilmuwan meyakini orang yang mengidap obesitas berisiko lebih tinggi terkena kanker rahim. Kebanyakan kasus kanker ini berkembang setelah bertahun-tahun.
Untungnya, penyakit ini dapat ditangani apabila terdeteksi pada stadium awal perkembangannya. Penyakit ini juga dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala
Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker rahim?

Tanda-tanda dan gejala kanker rahim terkadang tidak dirasakan beberapa pasien. Namun, gejala yang paling sering terjadi ialah pendarahan tidak wajar dari m1ss v, terlebih jika penderita telah melewati masa menopause.
Berikut merupakan gejala-gejala awal dari penyakit ini yang paling umum ditemukan:
  • Pendarahan setelah menopause
  • Pendarahan yang terlalu banyak
  • Pendarahan terjadi di antara siklus menstruasi
  • Keluar cairan yang berwarna dan berbau tidak sedap pada m1ss v
  • Nyeri perut yang sering muncul
  • Rahim terasa membesar, hingga akan teraba di area panggul
  • Sakit panggul
Pendarahan pada m1ss v umumnya belum tentu menandakan Anda menderita penyakit ini. Gejala pendarahan juga dapat ditemukan pada masalah kesehatan lain, seperti endometriosis dan fibroid.

Namun, jika pendarahan disertai dengan beberapa gejala di atas, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?
Anda harus segera berkunjung ke dokter untuk melakukan pemeriksaan segera apabila muncul gejala-gejala seperti:
  • Pendarahan m1ss v terasa tidak wajar
  • Mengalami gejala tambahan contohnya seperti penurunan berat badan, demam, nyeri otot, atau sakit kepala
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu konsultasikan gejala-gejala yang Anda alami dengan dokter Anda.

Penyebab
Apa penyebab kanker rahim?

Kemunculan kanker rahim berawal dari mutasi gen yang terjadi di lapisan sel rahim. Mutasi gen ini menyebabkan sel-sel tubuh yang sehat mengalami kerusakan.
Sel-sel tubuh yang normal akan membelah diri dan tumbuh pada kecepatan yang wajar, kemudian mati dan digantikan dengan sel-sel yang baru. Namun, apabila sel-sel tersebut bermutasi dan rusak, perkembangannya menjadi tidak terkendali dan terus hidup.
Sel-sel yang rusak ini akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor. Bahkan, sel-sel tersebut dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan organ-organ tubuh lainnya. Proses ini disebut dengan metastasis.

Hingga saat ini, penyebab dari bermutasinya sel-sel tubuh manusia masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli telah menemukan beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya mutasi sel-sel tubuh, salah satunya adalah obesitas dan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.

Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker rahim?

Kanker rahim adalah penyakit yang dapat menyerang setiap wanita dari hampir seluruh golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan bisa mengidap penyakit ini. Bahkan, ada kemungkinan Anda tetap terserang penyakit ini meskipun tidak ada satupun faktor risiko yang Anda miliki.


Berikut merupakan faktor-faktor risiko pemicu munculnya kanker rahim, yaitu:

1. Usia
Risiko untuk terkena penyakit ini semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kebanyakan kasus penyakit ini ditemukan pada wanita berusia 40 tahun ke atas.
Hanya sekitar 1% kasus kanker rahim yang terjadi pada pasien berusia di bawah 40 tahun.

2. Perubahan hormon estrogen akibat menopause
Setelah memasuki fase menopause, ovarium dalam tubuh wanita akan berhenti memproduksi hormon estrogen. Namun, hormon ini tetap diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit, terutama oleh sel-sel jaringan lemak.
Estrogen dari jaringan lemak bisa memicu terjadinya mutasi sel di dalam rahim, sehingga risiko terjadinya kanker setelah masa menopause pun lebih tinggi.

3. Berat badan berlebih atau obesitas
Obesitas merupakan faktor risiko yang paling utama dan berkaitan erat dengan perubahan hormon tubuh. Hal ini disebabkan karena jaringan lemak juga bisa memproduksi estrogen.
Dengan kata lain, semakin tinggi jumlah lemak di dalam tubuh Anda, semakin besar pula jumlah estrogen yang dihasilkan oleh tubuh Anda. Kondisi ini bisa memicu berkembangnya sel-sel kanker dalam organ reproduksi, terutama pada rahim.

4. Keturunan keluarga
Apabila Anda memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini, atau menderita kanker pada organ reproduksi dan pencernaannya, peluang Anda untuk terkena penyakit ini lebih besar.

5. Belum pernah hamil dan melahirkan
Kehamilan bisa membantu menyeimbangkan kadar hormon estrogen dan progesteron di dam tubuh. Jadi, apabila Anda belum pernah hamil dan memiliki anak, risiko Anda untuk menderita penyakit ini menjadi lebih tinggi.

6. Pernah menderita kanker payudara atau ovarium
Anda juga berisiko mengalami kanker rahim apabila Anda pernah mengidap kanker jenis lainnya, seperti kanker payudara atau ovarium.

7. Menderita hiperplasia endometrium
Hiperplasia endometrium merupakan pertumbuhan berlebih pada jaringan endometrium. Jika Anda pernah mengalami kondisi ini, baik dalam tingkatan ringan maupun sedang, Anda berisiko terkena kanker rahim.

8. Menjalani terapi hormon (tamoxifen)
Tamoxifen merupakan obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kanker payudara. Tamoxifen berperan sebagai anti-estrogen di jaringan payudara.
Sebaliknya, obat ini justru berfungsi seperti estrogen di dalam rahim, sehingga berpotensi menyebabkan dinding rahim menebal. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Pengobatan Kanker Rahim

Metode yang paling sering dilakukan untuk mengobati kanker rahim adalah histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi bisa dikombinasikan dengan radioterapi dan kemoterapi untuk memaksimalkan pengobatan.
Perlu diketahui, penderita yang sudah menjalani pengobatan dengan histerektomi tidak bisa lagi memiliki keturunan. Bagi penderita yang masih ingin memiliki anak, dokter dapat memberikan obat pengendali hormon untuk mengatasi kanker rahim.
Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker rahim?

Pengobatan kanker memiliki efek samping yang tidak nyaman. Namun, Anda harus mengingat bahwa Anda tetap dapat memiliki hidup yang normal dan aktif meskipun Anda harus menjalani terapi pengobatan kanker.
Berikut adalah hal-hal yang dapat membantu Anda menghadapi kanker rahim:
  • Bertemu dengan dokter bedah dan spesialis tumor yang berpengalaman dalam terapi kanker.
  • Menemukan orang-orang yang tepat dalam memberikan dukungan moral selama terapi, seperti keluarga, teman-teman, dan pasangan.
  • Tetap melakukan kontrol selama dan setelah terapi untuk memeriksa efek samping dan kekambuhan kanker.
  • Kembali ke aktivitas normal dan aktivitas 's3kzual' 4-8 minggu setelah operasi.
  • Mengerti bahwa jika Anda belum pernah menopause, Anda tidak akan menstruasi lagi setelah operasi.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Baca juga :
 
Loading...

Thread Terbaru

Post Terbaru

Top