Lobi Israel Lumpuhkan Pemberitaan Media Barat Yang Adil Tentang Palestina

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, Mar 18, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    159
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Lobi Israel yang kuat, kelelahan dalam pelaporan, dan kekhawatiran akan dituduh anti-Semitisme telah merusak proses liputan terhadap konflik di Palestina, menurut para pakar. Narasi media Barat telah didominasi oleh Israel selama sepanjang konflik 70 tahun, menurut Ilan Baruch, mantan duta besar Israel untuk Afrika Selatan. Fokus media arus utama selalu pada reaksi Palestina dan bukan pada tindakan Israel. Media mengisyaratkan bahwa warga Palestina telah melakukan pelanggaran, padahal sebenarnya mereka hanya bertindak defensif.

    Oleh: Alasdair Soussi (Al Jazeera)

    Sering dijuluki sebagai penjara terbuka karena blokade udara, darat, dan laut Israel dan Mesir yang sedang berlangsung di daerah kantong pantai, menurut Amnesty International dan berbagai kelompok pejuang hak asasi manusia lainnya, Palestina kini berada di ambang bencana kemanusiaan.

    Bulan Februari 2019, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyoroti krisis Palestina, mengatakan bahwa hampir dua juta warga Palestina dari jalur yang dikepung tersebut “tetap terjebak dalam meningkatnya kemiskinan dan pengangguran, dengan akses terbatas ke kesehatan, pendidikan, air, dan listrik yang memadai.”

    Namun, media arus utama tidak selalu berhasil menceritakan kisah kontemporer Palestina secara akurat dan empatik. Hari Kamis (14/3), di kota Glasgow di Skotlandia, para ahli membahas peran media dalam meliput konflik di Palestina sebagai salah satu masalah yang paling mendesak dan memecah belah dalam politik internasional.

    Al Jazeera mewawancarai tiga panelis sebelum acara, yang dipandu oleh The Balfour Project, sebuah kelompok kampanye yang dibentuk oleh warga Inggris untuk meningkatkan kesadaran atas rekam jejak Inggris di Palestina sebelum dan selama Mandat.

    “Anda selalu mendapat tekanan khusus dengan melaporkan peristiwa di Israel dan Palestina karena ada lobi media Israel yang intens dan terpadu, yang selalu ada,” kata Sarah Helm, mantan koresponden asing untuk surat kabar Inggris The Independent. “Dan itu termasuk lobi politik Israel yang sangat kuat yang bekerja di setiap tingkat, yang selalu ada juga. Itu sudah bukan rahasia lagi dan mereka juga tidak akan merahasiakannya.”

    Helm pernah berbasis di Yerusalem tahun 1990-an. Helm mengatakan bahwa editornya seringkali berada “di bawah tekanan dari lobi Israel di London atas apa yang dilakukan koresponden di lapangan dengan cara yang tidak benar untuk cerita asing lainnya.” “Karena surat kabar telah diterima dan dibujuk serta ditekan oleh lobi pro-Israel, hasilnya dari waktu ke waktu adalah bahwa pembaca tidak mengetahui tentang Palestina.”

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

loading...

Loading...

Share This Page