Makanan-Makanan Penyebab Miom

lingshenyao

New Member
Suatu benjolan yang terjadi pada bagian bawah kulit dan tidak memiliki sifat kanker disebut dengan nama kista epidermoid. Jenis kista ini sendiri dapat muncul pada bagian kulit tubuh di area manapun. Namun seringkali jenis kista ini ditemukan muncul pada bagian wajah, kepala, leher, punggung, serta bagian kelamin. Kista epidermoid ini sendiri secara spesifik memiliki warna kuning kecokelatan yang berisikan cairan kental yang memiliki bau menyengat. Ukuran dari kista ini juga bervariasi bisa sebesar kelereng atau bahkan bola pingpong.

Kista jenis ini sendiri memang dikenal sebagai suatu benjolan yang bersifat jinak dan jarang menimbulkan masalah-masalah kesehatan. Namun kadang ada kasus di antara beberapa dimana kista ini bisa mengganggu penampilan seseorang, pecah, nyeri, dan bahkan terjadi infeksi.
Gejala
Munculnya benjolan pada bagian kulit di salah satu bagian tubuh merupakan salah satu ciri dan gejala utama dari kista epidermoid, contohnya saja pada bagian pergelangan tangan. Beberapa karakteristik juga dimiliki oleh benjolan kista ini seperti :
Ukuran kista yang memiliki besar seperti kelereng sampai dengan bola pingpong.
Daerah wajah, leher, serta tubuh bagian atas merupakan bagian tempat kista jenis ini muncul biasanya.
Terdapat komedo hitam pada bagian puncak benjolan kista.
Dalam beberapa kasus, terjadi peradangan dan infeksi pada area yang berada di sekitar kista serta mengalami pembengkakan dan merah.
Cairan kental yang memiliki warna kuning berbau seperti nanas akan keluar jika dalam kondisi kista pecah.
Waktu ke Dokter
Jenis kista epidermoid sendiri bukan merupakan jenis kanker dan tidak sering menyebabkan masalah yang cukup serius. Namun tentu saja semua benjolan yang terjadi pada bagian tubuh perlu diperiksakan pada dokter untuk penanganan yang sempurna. Konsultasi dengan dokter ahli juga harus anda lakukan jika anda memiliki jenis kista ini dan beberapa kondisi dibawah ini :
Penampilan yang terganggu.
Tumbuh pada bagian jari tangan atau kaki.
Kondisi yang tumbuh dengan cepat.
Rasa sakit karena pecah atau bahkan terjadinya infeksi.
Penyebab
Kista jenis ini sendiri dapat tumbuh ketika adanya sel-sel kulit mati yang terjebak di dalam kulit. Hal ini sendiri seringkali dipicu oleh beberapa penyebab seperti infeksi pada bagian kulit, HPV, jerwat, atau bahkan paparan sinar matahari yang berlebihan. Siapa saja bisa terserang jenis kista ini namun lebih berisiko pada orang-orang yang mempunyai masalah kulit jerawat dan telah melewati masa puber.
Diagnosis dan Pengobatan
Pengobatan kista epidermoid sendiri bisa dilakukan oleh dokter dengan cara melihat karakteristik benjolan tersebut sendiri. Jika diperlukan, dokter akan mengambil contoh jaringan kulit kista untuk diperiksa di labotarium. Kista jenis ini juga bisa berhenti tumbuh dan akan hilang dengan melakukan beberapa metode dibawah ini :
Operasi kecil yang dilakukan untuk proses pengangkatan kista.
Pembengkakan dan peradangan dikurangi dengan cara suntik obat.
Kista akan dibuat sayatan kecil untuk mengeluarkan cairan isi didalamnya.
Untuk mengecilkan kista, bisa dilakukan operasi laser.
Tumor yang terbentuk dalam rahim seseorang disebut dengan miom. Beberapa nama lain juga dimiliki oleh miom seperti leimiomata, fibroid, atau fibromioma. Umumnya penyakit ini akan muncul sebagai satu miom atau sekelompok yang berukuran kecil mulai dari ukuran 1 mm hingga 20 cm. Miom sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yakni:
Subserosa. Miom dengan jenis ini tumbuh dalam rahin dan bisa menyebar ke bagian luar serviks.
Intramural. Ukuran rahim bisa diperbesar karena jenis miom yang hanya tumbuh dalam rahim ini.
Submukosa. Lapisan rahim adalah tempat jenis miom ini berkembang dan bisa mempengaruhi waktu-waktu menstruasi hingga keguguran dan kemandulan.
Pedunculated. Miom berjenis ini terhubung ke dalam atau luar rahim melalui sebuah tangkai kecil.
Penjelasan tentang gejala, tanda-tanda tentang Penyakit Miom akan kami bahas pada artikel dibawah ini, Simak beritanya:

Penyakit Miom

Penyebab Miom
Penyebab pasti miom sendiri belum ditemukan oleh para ilmuwan namun dugaan mungkin terjadi karena kandungan kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita. Wanita sudah bisa mengalami miom mulai dari umur 16 hingga 50 tahun tergantung pada kadar estrogennya. Tapi umumnya miom sendiri akan mengalami penurunan seperti menopause. Wanita dengan berat badan berlebih juga ditemukan lebih sering mengalami penyakit miom dibandingkan dengan yang memiliki berat badan ideal. Salah satu faktor utama penyebab miom sendiri diduga para ahli adalah obesitas. Faktor genetik juga bisa menjadi penyebab utama miom seperti keluar yang mempunyai riwayat penyakit ini.
Tanda-tanda & Gejala
Masa-masa menstruasi yang sangat berat dan panjang
Sakit pada bagian belakang kaki sering terjadi
Panggul terasa mengalami tekanan berlebih dan terasa nyeri
Rasa sakit yang terasa setelah berhubungan intim
Kantung kemih yang tertekan sehingga sering mengalami baung air kecil
Kembbuh atau sembelit
Membesarnya perut
Mungkin ada beberapa gejala dan tanda dari miom sendiri yang tidak tercantum di atas. Konsultasikan kepada dokter ahli untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat jika anda merasa cemas karena mengalami beberapa gejala diatas.
Beberapa pengobatan dan terapi dibawah ini bisa anda coba lakukan guna untuk mengatasi miom sendiri :
1. Minum Ibuprofen
Dokter akan memberikan obat-obatan berupa ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi pada beberapa daerah punggung.
2. Terapi Hormon
Terapi hormon akan direkomendasikan oleh dokter jika obat seperti ibuprofen tidak memberikan efek apapun. Resep seperti pil KB akan diberikan dokter guna untuk mengontrol pendarahan hebat serta pencegahan untuk anemia.
3. Embolisasi Fibroid
Metode yang satu ini digunakan untuk proses pengecilan miom dengan cara menyuntikan sejenis alkohol yakni PVA melalui arteri. Suplai darah akan diblokir oleh obat ini yang membuat ukuran miom menyusut seiring dengan berjalannya waktu.
4. Operasi Miomektomi
Prosedur tambahan bisa dilakukan untuk mengobati miom seperti operasi pembedahan untuk miom ini. Miom akan diangkat tanpa harus membuat sayatan besar pada perut pasein dengan menggunakan jenis cara histeroskop dan laparoskop. Operasi jenis ini sangat direkomendasikan jika pasien sendiri masih mempunyai rencana untuk hamil. Jaringan parut akan terjadi sehingga bisa meningkatkan risiko ketidak suburan.
Namun beberapa jenis efek samping bisa terjadi jika anda memutuskan untuk mengambil jalan operasi seperti :
1. Tidak Memiliki Rahim
Jika anda menjalankan histerektomi, maka efek ini akan terjadi. Pasalnya histerektomi adalah operasi yang mengangkat mioma bersama dengan rahim nya. Tapi ini hanya akan terjadi jika mioma sudah sangat besar dan pasien tidak ini memiliki anak lagi.
2. Jadwal Menstruasi Kacau
Menstruasi akan kacau setelah menjalani operasi miom. Ada yang menjadi lebih cepat dan ada yang menjadi semakin lambat. Anda bisa meminum obat-obat pelancar menstruasi untuk kasus ini
3. Menopause Lebih Cepat
Menopause adalah masa-masa dimana kita mengakhiri fungsi dari sistem reproduksi kita. Umumnya menopause terjadi saat umur sudah menginjak lima puluh tahun, namun karena efek samping dari operasi miom, bisa terjadi lima tahun lebih cepat.
4. Kurang Gairah 's3kzual'
Anda bisa mengkonsumsi obat untuk meningkatkan gairah 's3kzual' karena efek operasi memaksa orang untuk masuk masa menopause lebih cepat yang berarti gairah pun akan semakin berkurang.
5. Pembuluh Darah
Gangguan pembuluh darah seperti penyumbatan, pengerasan, atau penyempitan adalah gangguan pembuluh darah yang bisa terjadi pasca operasi. Kalau gangguan pembuluh darah terjadi di tempat bekas operasi maka yang ditakutkan adalah terjadinya stroke. Konsumsi ikan dan alpukat bisa anda coba untuk mengurangi resikonya.
6. Luka Operasi
Sering pijatlah area-area bekas luka operasi untuk memicu pembentukan sel baru agar kulit anda bisa bersih kembali dari bekas luka. Konsumsi vitamin E juga bisa dicoba untuk memperbaiki kulit.
7. Kanker Serviks
Jika serviks tidak ikut diangkat maka resiko dari kanker serviks bisa terjadi. Anda bisa mencoba Pap Smear yang merupakan prosedut untuk mengecek aktif atau tidaknya kanker serviks.
Untuk mencegah kista epidermoid sendiri, anda bisa melakukan gaya hidup sehat serta cobalah untuk menghindari beberapa makanan dibawah ini :

Contoh Makanan Pemicu Kista dan Miom

1. Kacang Kedelai
Jenis kacang kedelai memiliki kandungan sejenis fitoestrogen yang bisa menyebabkan peningkatan proses estrogen serta xenoestrogens dalam tubuh. Kondisi ini sendiri menyebabkan kondisi ketidak seimbangan hormon yang dapat memicu kista ovarium menjadi lebih parah.
2. Makanan Olahan Wadah Plastik
Jenis makanan olahan juga wajib dihindari karena kemasan-nya yang terbuat dari bahan-bahan seperti plastik. Hal ini dikarenakan makanan yang harus di microwave tersebut telah terpapar kandungan kimia yang ada di wadah plastiknya. Sehingga akan menyebabkan partikel-partikel kimia tersebut menempel dan masuk ke dalam tubuh saat dimakan. Sebisa mungkin juga coba untuk menghindari minum melalui botol atau kemasan plastik karena bisa terkontaminasi berbagai zat kimia yang ada di kemasan.
3. Makanan Goreng / Bakar
Jenis makanan yang disajikan dengan cara bakar dan goreng bisa menjadi berbahaya. Hal ini karena jenis makanan ini mengandung tingkatan kolesterol yang tinggi. Untuk pendertia kista sendiri sangat dianjurkan untuk menghindari jenis makanan ini dan mulai mengkonsumsi makanan yang direbus atau tim.
4. Sayur
Sayur-sayuran seperti sawi putih, kangkung, dan tauga menjadi pantangan kista berikutnya karena kandungan dalam sayuran ini bisa mendukung perkembangan kista menjadi semakin cepat. Hal ini dikarenakan kandungan sawi dan kangkung yang memiliki efek buruk dalam penyerapan obat medis untuk kista sehingga efeknya tidak akan maksimal.
5. Buah
Buah-buah seperti nanas, duku, durian, kelengkeng, dan nangka juga dapat berbahaya. Buah-buahan ini mengandung kandungan zat yang bisa meningkatkan risiko dari tumbuhnya sel kista dan kanker contohnya buah nangka dan kelengkeng. Sedangkan untuk buah-buahan lainnya seperti durian, nanas, dan duku memiliki kandungan alkohol yang bisa mendukung proses perkembangan kanker dan jenis tumor junak lainnya. Jenis buah ini juga memiliki kandungan panas yang tinggi yang membuatnya tidak direkomendasikan dalam proses penyembuhan ataupun pengobatan kista.
6. Minuman Alkohol / Soda
Minuman beralkohol sudah jelas memiliki efek yang buruk untuk kesehatan khususnya penyakit kista. Jenis minuman ini hanya akan memberikan efek yang buruk untuk kista.
7. Daging Merah
Daing merah sebaiknya dihindari jika anda merupakan pasien kista yang sedang menjalani tahap pengobatan. Daging ternak seperti ini memiliki zat-zat kimia dari jenis makanan dan obat-obatan lainnya yang tidak baik untuk proses penyembuhan.
8. Seafood
Kandungan lemak jenuh dalam seafood memang terkenal sangat tinggi sehingga membuatnya tinggi akan kolesterol. Untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan tahapan pengobatan, anda dianjurkan untuk mengganti jenis lemak jenuh ini dengan lemak baik yang biasanya bisa didapatkan dari jenis tumbuh-tumbuhan.
9. Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji seperti mie instan dan snack juga bisa dihindari sementara waktu ini karena kandugnan pengawetnya yang membuat kista semakin subur bersarang di tubuh seseorang. Zat pengawet sendiri bisa memicu sel kista dan kanker untuk berkembang lebih cepat. Selain itu, juga kurangi bumbu-bumbu penyedap masakan seperti micin dan lainnya.
Terima Kasih,
Baca Juga :
Penanganan Tepat Untuk Penyakit Kista
 
Loading...

Thread Terbaru

Top