Melatih Kemandirian Anak

Status
Not open for further replies.

Lentera

blogger amatir
Sudah jadi naluri orang tua untuk membantu dan memenuhi semua kebutuhan anak. Mulai dari mandi, pakai baju, makan, hingga minum, anak tinggal tahu beres, karena semua sudah dilakukan oleh orang tua. Terlalu mencintai anak, begitulah alasan ibu. “Kasihan jika harus membawa tas sekolah seberat itu.” Atau, “Ia, kan, masih kecil, tangannya belum kuat memegang gelas. Bagaimana kalau nanti gelasnya jatuh dan melukai kakinya?”

Ya, ibu punya banyak pembenaran. Namun, berikan ia kesempatan, sebagai langkah awal mengajarkan anak mandiri. Biarkan ia melakukan berbagai hal yang ingin dan boleh dilakukan anak seusianya.

Sedikit kilas balik saat anak berusia 6 bulan, saat tangan anak mulai menggapai-gapai untuk meraih sesuatu. Pada saat tersebut, ia sudah belajar untuk mandiri. Kemudian, ketika usianya 1 tahun, anak sudah bisa memasukkan sendok ke mulutnya.

Tak ada salahnya membiarkan ia belajar makan sendiri. Bukan berarti, Anda sama sekali tak boleh menyuapinya. Tetapi, beri si kecil kesempatan melatih kemampuan makannya sendiri. “Kadang, orang tua enggan membiarkan anaknya makan sendiri dengan alasan takut jadi berantakan dan belepotan. Padahal, hal ini justru akan menghambat kesempatan anak untuk menjadi mandiri,” kata psikolog Nessi Purnomo, M.Psi.

Tak masalah, jika semua hal yang dilakukan anak masih jauh dari kategori sempurna. Anggap saja semua berantakan dan keribetan yang Anda dan anak alami merupakan proses menuju kemandirian yang seutuhnya. Kadangkala, orangtualah yang justru menjadi penghambat kemandirian si kecil karena merasa tak tega membiarkan anaknya berusaha sendiri. Anda berpikir bahwa anak masih terlalu kecil untuk melakukan segalanya sendiri. Padahal, memberikan sedikit kesempatan kepadanya memungkinkan ia untuk belajar berusaha sendiri.

Ketika anak sudah bersekolah, pelajaran tentang kemandirian yang bisa Anda ajarkan kepadanya menjadi lebih banyak lagi, dimulai dengan latihan berpakaian, memakai sepatu, hingga membawa tas sekolahnya sendiri. “Banyak orang tua yang tidak sabar pada tahap ini. Mereka gemas, jika harus menunggu lama anak kelar melakukan semua ritual ini. Padahal, ini proses penting yang harus dilalui anak,” jelas Nessi. Takut anak malah jadi terlambat masuk sekolah? Anda bisa membangunkan anak lebih pagi dan melakukan ini semua lebih awal, kan?

Sumber
.
 
Status
Not open for further replies.
Loading...
Top