Mengejutkan, Ini Yang Dikatakan Media China Tentang Protes Hong Kong

politik

New Member
China menyuarakan realitas yang agak berbanding terbalik dengan berita-berita yang tersebar secara internasional terkait protes Hong Kong. Dalam realitas mereka, media pemerintah China justru menyebut bahwa RUU ekstradisi sebenarnya didukung oleh sebagian besar warga Hong Kong. Padahal, lebih dari satu juta warga Hong Kong telah turun ke jalan pada Minggu (9/6) untuk menentang RUU tersebut.

Oleh: Shannon Tiezzi (The Diplomat)

Pada Minggu (9/6) dan lagi pada Rabu (12/6), Hong Kong dilanda protes massa untuk melawan apa yang secara luas dikenal sebagai RUU ekstradisi—usulan amandemen undang-undang wilayah administrasi khusus (SAR) China, yang dirancang untuk memungkinkan ekstradisi kasus per buron ke negara-negara di mana Hong Kong tidak memiliki perjanjian ekstradisi.

RUU ini sebagian besar kontroversial, karena untuk pertama kalinya akan memungkinkan ekstradisi ke daratan China. Sejumlah besar warga Hong Kong—mulai dari akademisi hukum hingga kakek-nenek dan mahasiswa—takut bahwa RUU ekstradisi ini akan memungkinkan pihak berwenang di Beijing untuk menuntut penangkapan dan ekstradisi aktivis yang berbasis di Hong Kong, dengan tuduhan keamanan nasional yang samar-samar.

Protes besar-besaran yang ditujukan untuk mencegah pengesahan RUU ini adalah berita utama minggu ini, tidak hanya di media Hong Kong, tetapi juga di surat kabar di seluruh dunia.

Namun, di daratan China, liputan tentang protes Hong Kong lebih sulit ditemukan. Berita utama pada Kamis (13/6) berfokus pada perjalanan Presiden Xi Jinping ke Kirgistan. Sementara itu, sensor bekerja keras untuk menghapus gejolak di Hong Kong dari platform media sosial China.

Banyak pengguna WeChat melaporkan bahwa mereka tidak dapat mengirim gambar atau video protes; Sina Weibo memblokir istilah pencarian yang terkait dengan protes. Telegram—sebuah aplikasi perpesanan populer yang digunakan untuk membantu mengatur protes Hong Kong—melaporkan serangan “DDoS berukuran aktor negara yang menggunakan alamat IP yang sebagian besar berasal dari China.”

Baca Artikel Selengkapnya di sini
 
Loading...

Thread Terbaru

Top