Menu Mpasi Untuk Anak Alergi Susu Sapi

hersam

New Member
Ibu harus tahu menu MPASI untuk anak alergi susu sapi. Jangan sembarangan memberikan makanan kepada sang buah hati. Alergi terhadap susu sapi itu bukan berarti anak tidak bisa mencerna susu sapi, melainkan tubuhnya tidak mampu mencerna kandungan di dalam susu sapi. Dan jika ada kandungan yang sama dengan susu sapi ditemukan di sebuah makanan, maka makanan tersebut juga bisa menyebabkan alergi.

Itulah mengapa jika anak alergi terhadap susu sapi, maka menu MPASI-nya harus diperhatikan. Tidak semua menu makanan itu bagus untuk si kecil. Makanan tertentu harus dihindari.


Kenapa Anak Alergi Susu Sapi?

Masih banyak orang tua yang tidak tahu mengapa anak alergi terhadap susu sapi. Mereka menganggap anak memang tidak boleh minum susu. Padahal, bukan itu sebenarnya.

Anak yang alergi susu sapi itu disebabkan ada kandungan di dalam susu tersebut yang membuat anak alergi. Kandungan tersebut dinamakan dengan allergen atau zat yang menyebabkan alergi. Sering sekali allergen-nya adalah protein. Seperti yang ibu sudah ketahui, di dalam sebuah susu sapi, terdapat kandungan protein yang begitu tinggi lantaran susu diambil dari hewan sapi. Sama halnya juga dengan daging sapi. Kandungan proteinnya juga sangat tinggi.

Maka dari itu, jika anak alergi terhadap susu sapi, jangan sekali-kali memberikan menu MPASI yang terbuat dari daging sapi. Ini termasuk ke dalam menu yang dilarang untuk dikonsumsi oleh anak tersebut.

Lho, kenapa protein membuat anak alergi? Bukannya protein itu sangat bagus untuk tubuh?

Tentu saja protein sangat bagus untuk tubuh. Makanya, dokter selalu menyerankan agar membuatkan menu MPASI yang berbahan daging sapi. Ini sangat bagus untuk tumbuh kembangnya. Namun, MPASI untuk anak yang alergi susu sapi bukan MPASI yang terbuat dari daging sapi.

Jika ibu ingin memastikan kebutuhan protein anak terpenuhi, maka ibu bisa buatkan menu MPASI yang berbahan protein nabati, bukan hewani.

Protein dari susu sapi menjadi allergen karena sistem kekebalan tubuh merasa adanya ancaman ketika protein masuk ke dalam tubuh. Hal tersebutlah yang membuat tubuh merespon dengan munculnya gejala alergi seperti bintik-bintik merah di kulit, susah bernafas, dan suhu tubuh yang tinggi.

Namun, ibu tidak perlu khawatir. Menurut penelitian, alergi pada susu sapi ini lambat laun sembuh dengan sendirinya. Kebanyakan balita usia 3 tahun sudah tidak lagi alergi terhadap susu sapi. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuhnya semakin kuat. Sistem kekebalan tubuh tidak lagi menganggap kandungan protein di dalam susu sapi sebagai ancaman.

Hanya saja, ibu tidak mau kan tumbuh kembang anak terganggu lantaran tidak bisa mengkonsumsi susu sapi dan juga makanan yang berbahan daging sapi? Itulah mengapa dibuatlah Susu Nutrion Royal 3. Untuk makanan, ibu bisa berikan Neocate Spoon, menu MPASI yang memang dibuat untuk anak yang alergi terhadap susu sapi.


Membuat MPASI untuk Bayi Alergi Susu Sapi

Sebenarnya, ibu bisa membuat menu MPASI sendiri untuk anak yang alergi terhadap susu sapi. Caranya sangat mudah. Cukup pilih bahan-bahan yang tidak mengandung protein hewani yang tinggi seperti daging ayam dan daging sapi. Ibu bisa ganti dengan bahan-bahan yang mengandung protein nabati seperti kacang, bayam, serta labu.

Sebenarnya, tidak sulit untuk menemukan makanan yang mengandung protein nabati di sekitar. Contohnya saja tempe. Ibu bisa rebuskan tempe lalu dihaluskan. Ini bisa dijadikan menu MPASI untuk anak alergi susu sapi. Atau ibu bisa membuat kacang hijau, kentang goreng, dan oatmeal.

Namun, jika ibu sedang bepergian dengan sang buah hati, tentu sulit sekali untuk membuat makanan sendiri di perjalanan. Ibu juga mungkin akan kesulitan untuk menemukan menu MPASI yang dijual di restoran. Maka dari itu, sangat tepat jika ibu bawa Neocate Spoon. Ini produk MPASI khusus untuk bayi yang mengalami alergi terhadap susu sapi.

Cukup tuangkan Neocate Spoon ke dalam mangkuk. Anda bisa sajikan 8 sendok Neocate Spoon untuk sekali makan. Larutkan dengan 60 ml air lalu aduk hingga mengental. Menu MPASI siap diberikan kepada sang buah hati.

Apakah protein nabati itu baik? Jelas lebih baik daripada protein hewani jika anak ibu mengalami alergi. Dan sebenarnya, anak yang tidak mengalami alergi susu sapi pun sebaiknya mengkonsumsi menu MPASI seperti ini karena menu makanan ini jauh lebih aman dan mudah dicerna. Dengan demikian, anak tidak berisiko mengalami masalah pada sistem pencernaannya.

Alergi Susu Sapi Beda dengan Alergi Laktosa

Apakah anak ibu alergi terhadap susu sapi atau laktosa? Ini hal yang beda. Sayangnya, tanda-tanda alergi hampir sama. Awalnya, biasanya muncul bintik merah pada kulit. Selanjutnya, suhu tubuh meningkat. Jika kondisi ini memburuk, anak mengalami kesulitan bernafas.

Nah, apakah anak alergi susu sapi atau jangan-jangan alergi laktosa? Jika alergi laktosa, itu artinya tubuh tidak mampu mencerna laktosa yang terkandung di dalam makanan atau minuman. Untuk memastikan apakah anak alergi susu atau laktosa, ibu sebaiknya konsultasi dengan dokter. Dengan demikian, ibu bisa memberikan penanganan yang tepat, tidak asal menghentikan memberikan susu saja. Selain itu, ibu juga bisa mendapatkan arahan menu MPASI seperti apa yang sebaiknya ibu berikan kepada sang buah hati. Jika memang anak alergi terhadap susu sapi, maka ibu juga perlu tahu apa saja menu MPASI untuk anak alergi susu sapi.
 
Loading...

Thread Terbaru

Post Terbaru

Top