Penutupan Perbatasan As-meksiko Akan Jadi Bumerang Bagi Donald Trump

politik

New Member
Gedung Putih menggandakan ancamannya untuk menutup perbatasan AS-Meksiko. Sekitar 100.000 migran telah membanjiri perbatasan tersebut, mencoba mencari suaka dan masuk ke Amerika Serikat. Para pakar mengatakan, penutupan perbatasan dengan Meksiko akan menjadi bumerang bagi administrasi Donald Trump.

Oleh: David J. Lynch, Maria Sacchetti dan Joel Achenbach (The Washington Post)

Akhir pekan ini Gedung Putih tekankan ancaman Presiden Trump untuk menutup perbatasan AS-Meksiko, meskipun ada peringatan bahwa langkah itu akan menimbulkan gangguan ekonomi langsung pada konsumen dan bisnis Amerika. Penutupan ini juga tidak akan banyak membendung gelombang para migran yang memasuki Amerika Serikat.

Menutup perbatasan AS-Meksiko, mitra dagang terbesar ketiga Amerika, akan mengganggu rantai pasokan untuk pembuat mobil utama AS, memicu lonjakan harga untuk bahan makanan dan memicu tuntutan hukum terhadap pemerintah federal, menurut spesialis perdagangan dan eksekutif bisnis.

“Pertama, harga akan segera melonjak. Kemudian . . . akan ada PHK dalam satu atau dua hari,” kata Lance Jungmeyer, presiden Asosiasi Produk Baru Amerika di Nogales, Arizona. “Ini akan mengganggu keamanan perbatasan.”

Namun dua pejabat bawahan presiden yang paling senior membela langkah itu pada acara berita hari Minggu (31/3). Wakil kepala staf Gedung Putih Mick Mulvaney mengatakan di acara “This Week” ABC News bahwa harus ada “sesuatu yang dramatis” untuk membujuk presiden agar membatalkan rencana penutupan perbatasannya. Dan Penasihat Presiden Kellyanne Conway bersikeras di acara “Fox News Sunday” bahwa ancaman presiden “jelas bukan gertakan.”

Trump memicu kontroversi terkait imigrasi terbaru pada hari Jumat (29/3) ketika ia mengeluh kepada wartawan tentang kegagalan Meksiko untuk membendung masuknya migran, suatu hal yang ia tekankan dalam twit pada hari berikutnya. “Jika mereka tidak menghentikan migran, kami akan menutup perbatasan. Kami akan menutupnya. Dan kami akan menutupnya untuk waktu yang lama. Saya tidak main-main,” kata Trump, Jumat (29/3).

Pejabat pemerintahan belum ada yang memberikan rincian tentang niat presiden tersebut, dan pejabat kontrol perbatasan juga tidak menerima instruksi untuk mempersiapkan penutupan, menurut pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, yang berbicara dengan syarat anonim ketika membahas masalah tersebut. Menerapkan perintah semacam itu akan membutuhkan waktu untuk memberi tahu Kongres dan serikat buruh yang mewakili agen Patroli Perbatasan dan petugas bea cukai, kata pejabat itu.

Baca Artikel Selengkapnya di sini
 
Loading...

Thread Terbaru

Top