Penyakit Asfiksi, Penyebab Dan Cara Pencegahannya

Discussion in 'Health & Beauty' started by Mas O'o, Mar 21, 2016.

  1. Mas O'o

    Mas O'o Member

    Joined:
    Feb 21, 2015
    Messages:
    812
    Likes Received:
    21
    Trophy Points:
    23
    Location:
    Trenggalek
    asf.jpg

    Masih berkutat dengan paru-paru manusia. Paru-paru yang memiliki berat hanya sekitar 1,3 kilogram mempunyai fungsi yang sangat penting bagi manusia. Fungsi utamanya adalah sebagai salah satu diantara beberapa organ manusia yang berkaitan dengan respirasi atau pernapasan. Namun kita juga perlu mengetahui bahwa paru-paru kita sangat rentan dengan berbagai macam penyakit. Karena faktor lingkungan atau keadaan alam yang buruk bisa mengakibatkan beberapa penyakit yang menyertainya.

    Salah satu jenis penyakit yang ada adalah Asfiksi, pernah dengar atau belum ? nah berikut ini akan kami ulas tentang Penyakit Asfiksi, Penyebab Dan Cara Pencegahannya, spesial untuk Anda semua

    Definisi Penyakit Asfiksi

    Penyakit asfiksi adalah penyakit yang terjadi karena adanya gangguan dalam pengangkutan oksigen (O2) ke dalam jaringan tubuh hal itu menyebabkan penurunan fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh yang lain. Misalnya alveolus yang terisi air baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja atau bahkan mungkin karena seseorang tenggelam. Pada orang yang tenggelam, alveolusnya terisi air sehingga difusi oksigen sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali sehingga mengakibatkan orang tersebut shock dan pernapasannya dapat terhenti.

    Penyebab Penyakit Asfiksi

    Penyakit Asfiksi disebabkan oleh Adanya bakteri diplococcus pneumonia yang mengakibatkan alveolus terisi oleh limpa (Peru) bahasa Jawanya. Penyebab lain yaitu Adanya gas racun karbon monoksida (CO) yang memiliki daya ikat terhadap hemoglobin jauh lebih besar daripada Oksigen (O2). Akibatnya tubuh kekurangan oksigen yang diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan.

    Gejala Awal Penyakit Asfiksi

    1. Fase Dispneu / Sianosis Asfiksia

    Pada proses pertama ini waktu yang dibutuhkan adalah sekitar empat menit. Fase ini terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dan tingginya kadar karbon dioksida yang ada dalam tubuh. Tingginya kadar karbon dioksida akan sangat berpengaruh terhadap pernapasan manusia, terutama nadi dan tekanan darahakan meningkat dengan cepat. Pernapasan juga akan menjadi sangat cepat, berat, dan sukar. pada fase ini tekanan darah pun secara berangsur angsur akan meningkat.

    2. Fase Konvulsi Asfiksia

    Fase ini merupakan fase yang kedua dari penyakit Asfeksi fase ini terjadi kira-kira dua menit. Awalnya berupa kejang klonik lalu kejang tonik kemudian opistotonik. Kesadaran pada manusia sedikit demi sedikat akan mulai hilang, pupil dilatasi, denyut jantung lambat, dan tekanan darah turun.

    3. Fase Apneu Asfiksia

    Fase ketiga ini berlangsung kira-kira satu menit. Fase ini dapat kita amati berupa adanya depresi pusat pernapasan (napas lemah), kesadaran menurun sampai hilang dan relaksasi spingter.

    4. Fase Akhir Asfiksia

    Ini merupakan fase yang terakhir dari penyakit asfeksia. Pada fase ini ditandai oleh adanya paralisis pusat pernapasan lengkap. Denyut jantung beberapa saat masih ada lalu napas terhenti kemudian mati.

    Pencegahan Penyakit Asfeksia

    Sampai saat ini belum ditemukan literatur yang membahas tentang cara mengatasi penyakit ini. Yang terpenting dari pencegahannya adalah menjaga kondisi tubuh dengan baik.

    Baca thread lain :
    1. Penyakit Bronkitis, Penyebab Dan Cara Mengatasinya
    2. Penyakit Asma, Penyebab Dan Cara Pencegahannya
    3. Penyakit Jantung Koroner, Penyebab Serta Cara Pencegahannya
    4. Penyakit Tipus, Penyebab Serta Cara Pencegahannya
     


Loading...

Loading...

Share This Page