Perawatan Luka Pasca Operasi Agar Tidak Jadi Infeksi

Putri Viona

New Member
Infeksi luka operasi merupakan suatu kondisi yang berada di klasifikasi infeksi insisi dangkal, infeksi organ atau ruang dan infeksi insisi dalam. Infeksi luka operasi dialami kurang lebih 17% dari kasus infeksi yang berada di rumah sakit. Kasus infeksi terjadi setelah 2 minggu melakukan operasi dan infeksi ini akan terjadi untuk waktu yang lama. Infeksi luka operasi dapat terjadi sekitar 2% hingga 3% dari seluruh orang yang pernah mengalami operasi dan untuk meminimalisir infeksi sebaiknya bertanya pada dokter mengenai perawatan luka operasi saat di rumah.

Berikut adalah keluhan setelah operasi diantaranya:

• Susah untuk buang air kecil ditandai oleh rasa perih ketika kencing ataupun kencing yang keluar lebih sedikit, hal ini disebabkan oleh obat bius, penggunaan Katter ketika kencing dan kombinasi keduanya, infeksi saluran kemih lebih besar terjadi ketika pemasangan kateter ketika proses operasi berjalan.
• Merasakan sembelit oleh karena itu dokter akan menyarankan untuk melakukan puasa makan, penyebabnya adalah efek dari obat, obat anestesi hingga stres menjelang masuk ruang operasi dan biasanya mengalami dehidrasi, setelah operasi maka dapat mengonsumsi makanan serat dan minuman.
• Sakit tenggorokan dialami karena dehidrasi dan akan disarankan untuk mengonsumsi banyak air mineral setelah operasi dan ketika tubuh menerima obat bius maka selang masuk dari mulut menuju bawah tenggorokan dan menyebabkan iritasi pada tenggorokan, pita suara dan lidah.

Selain itu beberapa pasien setelah operasi mengalami depresi. Depresi sebagai efek samping yang cukup jarang terjadi, jika mengalami depresi setelah operasi maka bekas luka yang muncul akan semakin buruk. Jika merasakan sedih secara terus-menerus, kurangnya nafsu makan, kurang tidur hingga niat untuk bunuh diri sebaiknya konsultasikan dengan spesialis kejiwaan. Demam setelah operasi dapat terjadi, bisa sebagai tanda normal dan tidak normal. Demam kurang dari 37 derajat Celcius normal sebagai respon terhadap pengobatan sedangkan jika lebih dari 37 derajat Celcius akan menjadi masalah terhadap infeksi.

Penyebab dari infeksi luka operasi berkaitan dengan lokasi dan jenis operasi, lamanya operasi sesuai dengan keterampilan dokter dan kekebalan tubuh pasien dalam melawan infeksi. Ketika adanya pembedahan maka organ usus, perineum, alam kemih hingga saluran kemih dan bakteri anaerobe saling berhubungan hingga terjadi infeksi. Resiko terjadinya infeksi pada operasi yang melibatkan bagian tubuh yang rusak karena trauma sebelumnya, operasi yang melibatkan pemasangan perangkat medis yang memiliki resiko tinggi terhadap infeksi. Resiko infeksi tinggi pada pasien yang merokok, gula tinggi, malnutrisi, obesitas, usia lanjut dan diabetes melitus.

Berikut adalah perawatan luka operasi di rumah diantaranya:

• Perhatikan bagaimana perawatan dan dokter ketika mengganti perban luka.
• Pastikan luka operasi dalam keadaan bersih, sebaiknya mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir setelah beraktivitas dan jangan membiarkan luka operasi basah dan biarkan dalam kondisi kering hingga sembuh.
• Perhatikan luka operasi perkembangan setiap hari dengan rajin mengganti perban dan perhatikan bercak merah atau kuning pada perban dan mengalami pendarahan maupun bernanah.

Perawatan luka operasi di rumah dibantu dengan Aido. Aido merupakan layanan kesehatan yang memudahkan dokter dan perawatan datang ke lokasi dan memberikan pelayanan berkualitas dengan gratis ongkos kirim. Aido juga menawarkan harga yang transparan dalam memberikan biaya sebelum Care Partner tiba dilokasi pasien tanpa dikenakan biaya tambahan dan chat dengan dokter untuk menjawab semua pertanyaan.
 
Loading...

Thread Terbaru

Top