Pertama Dalam Sejarah Asia, Taiwan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, May 18, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    212
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Pertama kalinya dalam sejarah Asia, pada Jumat (17/5) anggota parlemen Taiwan mengesahkan RUU yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Undang-undang ini akan mulai berlaku pada 24 Mei mendatang. Perkembangan ini membuat Taiwan berbeda dari bagian lain di Asia, di mana hak LGBTQ mengalami kemunduran.

    Oleh: Julia Hollingsworth (CNN)

    Anggota parlemen di Taiwan telah menyetujui RUU yang melegalkan pernikahan sesama jenis—keputusan penting yang membuat pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu menjadi tempat pertama di Asia yang mengesahkan undang-undang pernikahan gay.

    Pemungutan suara itu dilakukan hampir dua tahun setelah Mahkamah Konstitusi Taiwan memutuskan bahwa undang-undang yang ada—yang mengatakan bahwa pernikahan adalah antara pria dan wanita—tidak konstitusional. Panel hakim memberi waktu dua tahun kepada parlemen Taiwan untuk mengubah atau membuat undang-undang baru.

    Pada Jumat (17/5)—hanya satu minggu dari tenggat waktu dua tahun—anggota parlemen di Legislatif Yuan Taiwan mengesahkan RUU yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Undang-undang ini akan mulai berlaku pada 24 Mei mendatang.

    Meskipun Taiwan memiliki komunitas gay yang besar dan pawai kebanggaan gay tahunannya adalah yang terbesar di Asia, namun masalah kesetaraan pernikahan telah memecah belah masyarakat Taiwan. Dalam referendum kontroversial pada November tahun lalu, 67 persen memilih untuk menolak pernikahan sesama jenis.

    Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok-kelompok konservatif telah berkampanye menentang reformasi pernikahan sesama jenis.

    Puluhan ribu orang turun ke jalan di bawah rintik hujan pada Jumat (17/5) untuk menunjukkan dukungan terhadap pernikahan sesama jenis di luar parlemen, seiring anggota parlemen mulai memberikan suara pada tiga rancangan undang-undang; satu RUU diajukan oleh Kabinet Taiwan—yang pada akhirnya terbukti menang—dan dua adalah RUU saingan yang diajukan oleh kelompok konservatif.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

Loading...

Share This Page