Sepele, Tapi Layak Untuk Bunda Lakukan Jika Ingin Anak Cerdas Saat Dewasa

Discussion in 'Family & Parenting' started by hersam, Aug 9, 2018.

  1. hersam

    hersam New Member

    Joined:
    Apr 10, 2018
    Messages:
    25
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Coba bunda ingat kembali berapa juta yang sudah habis untuk membelikan mainan. Tentu saja itu bukan hal yang salah. Tapi, bukankah lebih baik jika uang tersebut digunakan untuk membeli suatu barang stimulus kecerdasananak.

    Memang banyak sekali mainan edukatif saat ini. Bunda tidak perlu repot-repot cari mainan edukatif. Buka saja smartphone dan bunda akan dapatkan puluhan atau bahkan ratusan macam mainan edukatif.

    Tapi, apakah itu benar-benar edukatif? Karena ternyata ada juga mainan biasa yang hanya dilabeli mainan edukasi.

    Selain itu, ternyata anak juga mudah sekali bosan dengan mainan tersebut. Apalagi mainan yang hanya digunakan oleh balita usia 1-2 tahun. Setelah anak berusia 3 tahun ke atas, anak tidak lagi mau memainkan mainan tersebut. Percuma kan uang yang tidak sedikit tersebut bunda keluarkan untuk sesaat saja.

    Berbeda jika bunda membelikan buku. Ternyata, buku sangat bagus untuk memberikan stimulus si kecil. Ini tidak agar anak bisa cepat membaca. Bukan itu. Apalagi jika anak baru berusia di bawah 4 tahun. Tentu saja anak tidak boleh diajarkan untuk membaca. Ini sesuai dengan anjuran para ahli kesehatan anak. Akan tetapi, buku ini hanya sebagai stimulus agar anak siap untuk menjadi anak yang cerdas ketika dewasa nanti.

    Peran Buku Untuk Mencerdaskan Otak Balita

    “Buat apa membelikan buku untuk balita yang belum bisa membaca?” Mungkin itu yang ada di otak bunda. Dan bukan hanya bunda saja yang memikirkan hal tersebut. Banyak orang tua yang berpikiran hal yang sama.

    Namun, bunda akan berubah pikiran jika sudah tahu penjelasannya. American Academy of Pediatricsmenemukan fakta bahwa balita yang sejak dini dibacakan buku ternyata memiliki otak yang cerdas dibandingkan dengan anak yang ketika kecil tidak dibacakan buku. Kesimpulan ini diambil setelah penelitian banyak dengan menggunakan alat pencitraan magnetic resonance imagingatau fMRI.

    Ternyata, ketika anak balita sekalipun yang belum kenal bacaan dan belum bisa membaca dibacakan buku, ada perubahan aliran darah yang kaya oksigen di otak. Dan inilah yang mempengaruhi kerja otak sehingga semakin aktif.

    Dari penelitian tersebut, para peneliti membuat kesimpulan yang begitu sederhana agar masyarakat awam mengerti pentingnya membacakan buku bagi balita. Secara sederhana, membacakan buku akan membuat otak balita aktif sehingga otak akan siap untuk masuk ke dalam tahap kembang perkembangan selanjutnya, yaitu belajar membaca dan melakukan komunikasi yang lebih baik. Inilah yang menjadikan stimulus kecerdasandengan menggunakan buku ini begitu penting.

    Dan memang ada faktanya. Tidak jarang anak balita yang baru berusia 5 tahun sudah bisa membaca buku bacaan sederhana. Ini hal yang sangat luar biasa untuk balita yang baru berusia 5 tahun.

    Bunda ingin memiliki anak dengan kecerdasan seperti itu? Lupakan dulu untuk menabung dan membelikan mainan. Belikan buku. Itupun bunda harus tahu buku seperti apa yang bagus sebagai stimulus dini. Pemberian stimulus tidak boleh asal-asalan. Stimulus harus disesauaikan dengan usia sang buah hati.

    Hal Remeh Yang Bisa Bunda Lakukan

    Setidaknya sekarang wawasan bunda sudah mulai terbuka bahwasannya buku itu memang seharusnya dikenalkan kepada anak sejak dini. Namun, apa yang harus bunda lakukan? Haruskah bunda membeli banyak buku bacaan? Lalu apa yang harus bunda lakukan?

    Ada tips yang bisa bunda ikuti agar anak suka dengan buku.

    Ajak Anak Memilih Buku

    Sesekali, ajak si kecil ke toko buku meskipun sebenarnya bunda bisa membeli buku secara online. Mengajak anak ke toko buku akan mengenalkan anak tentang toko buku, tidak hanya toko mainan saja. Dan diharapkan hal ini bisa membuat anak suka dengan buku.

    Pilih Buku Yang Tepat
    Ada banyak sekali pilihan buku bacaan seperti buku dongeng bergambar untuk anak-anak. Akan tetapi, pastikan bunda tidak salah pilih. Bunda perlu pilih buku dengan tema atau karakter yang anak suka. Ini akan lebih mudah untuk menstimulus anak agar mau membuka buku.

    Luangkan Waktu
    Setelah bunda membeli buku, luangkan waktu untuk membacakan buku. Bunda bisa membacakan buku ketika si kecil mau tidur. Ajak si kecil untuk membaca buku. Memang anak belum bisa membaca buku. Tapi bacakan buku seolah-olah anak juga sedang membaca buku. Ini akan membentuk kebiasaan baik bagi anak untuk terus membaca buku.

    Buat Anak Suka
    Selain melakukan rutinatas tersebut, usahakan agar menjadikan buku sebagai hadiah. Bayangkan bunda bisa memotivasi anak untuk melakukan hal yang baik dengan imbalan buku. Menarik, bukan?

    Kurangi Mainan
    Saat anak sudah mulai suka dengan buku, kurangi mainan. Singkirkan beberapa mainan. Stop dulu untuk membeli mainan.

    Dengan memberikan stimulus si kecil tersebut, bunda tidak sadar jika ternyata kemampuan membaca anak lebih cepat daripada kebanyakan anak. Tapi, bukan itu tujuannya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, membacakan buku semenjak dini merupakan stimulus untuk mencerdaskan otak karena pada waktu itu otak lebih aktif. Ada yang disebut dengan parietal lobes. Ini merupakan bagian otak yang memiliki peran untuk mengekstrak bahasa.

    Dan yang lebih membanggakan lagi ketika anak sejak dini doyan baca buku. Bunda tidak perlu repot-repot untuk meminta anak belajar ketika ia sudah masuk sekolah. Karena bunda sudah memberikan stimulus kecerdasan dengan cara membuat anak berteman dengan buku, tanpa disuruhpun ia akan membaca dan membaca terus.
     


Loading...

loading...

Loading...

Share This Page