Supremasi Kulit Putih, Teror Yang Diremehkan Dan Dikecualikan

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, Mar 19, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    159
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Supremasi kulit putih adalah teror yang diremehkan, termasuk oleh Presiden Amerika Donald Trump. Tetapi Anda tidak dapat memisahkan gelombang aktivitas supremasi kulit putih saat ini dari peringatan presiden tentang “penjajah” asing atau retorika anti-Muslim yang diilhami tokoh-tokoh media konservatif atau penggunaan langsung kiasan supremasi kulit putih dari anggota kongres. Kata-kata memiliki bobot, dan bobot ini membuat target lebih rentan terhadap semua bentuk dehumanisasi, termasuk yang berakhir dengan kekerasan.

    Oleh: Jamelle Bouie (The New York Times)

    Monumen Nasional Kota Oklahoma terdiri dari dua struktur mencolok yang dihubungkan oleh kolam, yang dimaksudkan sebagai monumen tanda kekuatan dan ketahanan kota. Ini juga merupakan ruang perenungan, di mana pengunjung dapat merenungkan dan menghormati 168 orang yang tewas dalam pengeboman April 1995, yang dilakukan oleh teroris supremasi kulit putih yang memiliki hubungan dengan jaringan ekstremis yang memiliki pemikiran yang sama.

    Monumen peringatan ini tersambung dengan sebuah museum, yang menggambarkan peristiwa hari itu―upaya penyelamatan dan apa yang yang terjadi setelah peristiwa itu―dengan fokus pada pria, wanita dan anak-anak yang kehilangan nyawa mereka.

    Saya tidak berencana untuk berkunjung, tetapi karena saya sedang berada di Kota Oklahoma, saya berpikir saya harus mampir, mengingat pecahnya teror supremasi kulit putih. Terjadi serangan terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 jamaah Muslim dan melukai puluhan lainnya. Saya pikir mengunjungi monumen peringatan itu dapat membantu saya merenungkan sifat berulang dari kekerasan supremasi kulit putih, di dalam dan di luar negeri.

    Di bagian museum, pengunjung bisa merasakan pengalaman yang mengerikan. Pengunjung dapat mendengarkan rekaman proses pemerintahan rutin yang tiba-tiba meletus dengan suara ledakan. Pengunjung dapat memeriksa puing-puing dan menonton wawancara dengan para korban. Pengunjung dapat melihat wajah para korban itu. Wajah anak-anak kecil menonjol dari wajah korban lain.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

loading...

Loading...

Share This Page