Tegaskan Kerja Sama, Singapura Gabung Ke Proyek Sabuk Dan Jalan China

politik

New Member
China dan Singapura menegaskan kembali hubungan kerja sama mereka pada hari Senin (29/4). Presiden China Xi Jinping juga menyambut partisipasi Singapura untuk akhirnya berpartisipasi dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan China. Pertemuan Lee dengan Li berlangsung dengan kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan lima Nota Kesepahaman.

Oleh: Janice Lim (Today Online)

Singapura dan China telah menegaskan kembali hubungan kedua negara yang telah berlangsung sejak lama dan kerja sama multifaset hari Senin (29/4) selama pertemuan antara para pemimpin mereka. Presiden China Xi Jinping memuji “kerja sama erat dan luas” antara kedua negara di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI).

Xi juga menyambut partisipasi Singapura dalam Forum Sabuk dan Jalan Kedua untuk Kerja Sama Internasional yang dihadiri Perdana Menteri negara-kota Singapura Lee Hsien Loong untuk pertama kalinya, menurut Kantor Perdana Menteri.

Hari Senin (29/4), Lee mengadakan pertemuan terpisah dengan Xi dan Perdana Menteri China Li Keqiang.

Sebagai gagasan andalan Xi, BRI adalah proyek ambisius untuk merekonstruksi rute perdagangan kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa, yang dikenal sebagai Jalur Sutra, melalui proyek infrastruktur skala besar.

Dalam sebuah wawancara dengan media Singapura untuk mengakhiri kunjungan lima harinya ke China, Lee mengatakan bahwa Xi telah menetapkan “tujuan yang tepat” untuk BRI, yang meliputi pengembangan proyek ekonomi yang bersih dan berkelanjutan, di antara proyek-proyek lain.

“Tentu saja, yang penting adalah melihat mereka menerapkannya dalam proyek aktual yang membuahkan hasil,” katanya.

Lee mencatat bahwa di forum tersebut, para pemimpin dunia memiliki ide tentang apa yang ingin mereka lakukan di bawah BRI dan proposal ini diterima dengan baik oleh China. “Saya berharap ini akan memiliki pengaruh pada pemikiran China serta pemikiran masing-masing negara yang berpartisipasi,” tambahnya, dikutip dari Today Online, Selasa (30/4).

Di forum tersebut, Lee memberikan dua pidato. Selama pertemuan tingkat tinggi hari Jumat (26/4), ia mengatakan bahwa BRI memainkan peran penting dalam memperkuat kerjasama multilateral di tengah desakan melawan globalisasi. Hari berikutnya selama pertemuan para pemimpin, Lee mengusulkan bagaimana negara-negara yang berpartisipasi dalam BRI dapat memaksimalkan manfaat jangka panjang.

Dalam pertemuan mereka hari Senin (29/4), Lee dan Xi juga mencatat kemajuan yang baik dalam rute perdagangan baru, yang disebut Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru di bawah Inisiatif Konektivitas Chongqing (CCI), yang menghubungkan China Barat dan Singapura, sebagai serta potensi bagi perusahaan di kedua sisi untuk mengeksplorasi proyek bersama di salah satu negara anggota ASEAN.

Baca Artikel Selengkapnya di sini
 
Loading...
Top