Teknik Copywriting Untuk Konten Masih Efektifkah?

mentorinternet

New Member
Teknik Copywriting konten masih efektifkah? – Hai content creator, kamu lagi kesulitan bagaimana caranya biar follower kamu makin bertambah dan mempunyai engagement yang aktif? Udah capek buat konten tapi yang ngelike sedikit dan interaksi kurang. Mungkin bisa jadi gaya menulis nya ( teknik copywriting ) masih kurang greget dan ngena ke hati follower. Yuk lah kita bedah lagi bagaimana teknik copywriting yang jitu untuk konten promosi.

Teknik Copywriting Aida

AIDA? Apaan sih itu ? Nama Orangkah atau Nama Tempat ? Jadi, Aida itu singkatan dari Attention, Interest, Desire dan terakhir Action. Teknik ini seringkali banyak digunakan oleh para konten kreator dalam konten promosi mereka. Orientasi dari teknik copywriting AIDA ini bagaimana isi bahasa konten promosi mewakili keadaan orang lain.

Semua orang suka bercerita dan mendengar cerita. Apalagi isi cerita tersebut mewakili keadaan dan perasaan orang yang membaca. Maka bagi konten kreator yang menggunakan teknik AIDA, sangat disarankan riset keadaan calon konsumen mulai dari bahasa, budaya dan lain-lain.

Maka hal apa yang bisa membuat orang berhenti untuk mau membaca konten kita ? Yups, satu hal yang paling pengaruh adalah bagaimana kita menulis judul konten yang penasaran. Kita terbiasa dengan suatu hal yang jelas dan pasti. Jadi ketika ada judul konten yang mengandung pertanyaan dan buat penasaran, maka di situ lah stopping power untuk orang mau baca lebih jauh dari konten tersebut.

Teknik Copywriting Instagram

Populasi penduduk dunia umumnya wabil khusus Indonesia mayoritas adalah kaum milenial. Data BPS ( Badan Pusat Statistik ) menyebutkan 2/3 jumlah rakyat Indonesia yang mendominasi adalah kaum milenial. Mereka juga menjadi pengguna aktif internet dan instagram menjadi platform favorit dalam bersosial media.

Fakta di atas bisa menjadi ladang empuk untuk menyasar kaum milenial menjadi target market. Maka konten promosinya menggunakan teknik copywriting yang cocok untuk kondisi kaum milenial. Ciri khas yang unik dari mereka adalah lebih nyaman berinteraksi dengan gaya bahasa mereka.

Kaum milenial terbiasa dengan istilah yang gaul. Atau dalam bahasa sehari-hari mereka menggunakan bahasa slang ( plesetan ). Kosa kata apa kabar ngab, netizen +62, dan lain sebagainya menjadi ciri khas mereka dalam percakapan sehari-hari. Hehehe, ada aja yah bahasa anak kekinian zaman sekarang.

Tapi ini bukan menjadi perkara mereka benar atau tidak dalam berbahasa lho. Justru ini kesempatan kita untuk masuk dalam lingkaran mereka sehingga konten promosi kita bisa mereka terima dan siapa tahu bisa terjadi closing.

Teknik Copywriting Facebook

Kalau tadi kita membahas kaum milenial dengan instagramnya, kini kita akan membedah salah satu platform yang nggak kalah hits dengan instagram. Kita sambut si empunya instagram yang tak lain dan tak bukan yaitu facebook. Zaman sekarang siapa sih yang nggak kenal dengan facebook? Dan FYI nih, kalau instagram sekarang sudah menjadi bagian facebook loh.

Kamu tahu berapa jumlah pengguna aktif platform facebook ? Menurut data dari lembaga penelitian Hootsuite jumlah user aktif facebook mencapai 1,7 miliar di seluruh dunia. Angka yang fantastis bukan untuk kita bisa mengambil ceruk pasar yang besar ini.

Hal fundamental sebelum kita membuat konten di facebook yaitu dengan mengetahui komposisi penggunanya. Facebook mayoritas diisi oleh generasi setelah milenial. Kisaran umur penggunanya mulai dari usia 30 sampai 45 tahun. Jadi teknik copywriting kontennya menyesuaikan gaya bahasa mereka. Sopan santun dan bahasa slang ( plesetan ) sangat tidak direkomendasikan.

Maka, perlu trik khusus agar gaya penulisan konten bisa mereka serap dan menjadi nyaman. Salah satunya dengan bisa menyisipkan humor ringan sehingga mereka jadi tidak bosan dengan teknik copywriting kita.

Struktur Copywriting Efektif

Orientasi teknik copywriting dalam konten harus menuju kepada audiens. Konten kreator memposisikan dirinya sebagai audiens dalam mengunakan teknik copywriting. Berikut hal yang perlu ada dalam konten:

1. Rasional : Masuk akal dan nalar logika. Misalnya, bagaimana cara penggunaan dari produk yang kita tulis di konten tersebut.
2. Emosional : Ada unsur yang mempengaruhi psikologi audiens seperti rasa marah, lucu, senang dan lain lain.
3. Moral : Ada hal yang merujuk kepada perubahan perilaku audiens. Seperti “bahan kimia tidak baik untuk kesehatan tubuh, maka saatnya beralih dengan produk herbal”.

Itu dia beberapa penjelasan tentang teknik copywriting yang efektif dalam konten promosi. Terus mencoba dan berusaha adalah kunci untuk terbiasa menulis konten. Lebih baiknya ada mentor internet marketing yang bisa membimbing kamu untuk menulis konten. Cukup sekian dan selamat berlatih ya guys.
 
Loading...

Thread Terbaru

Top