4 Metode Pengobatan Kanker Usus Besar

lingshenyao

New Member
ketahui-penyebab-kanker-usus-besar.jpg
Kanker usus besar merupakan tumor ganas yang tumbuh di usus besar. Kondisi ini umumnya ditandai dengan buang air besar berdarah. Awalnya, penyakit ini sering kali berawal dari tumor jinak atau yang disebut dengan polip. Lantas, metode apa saja yang dapat dilakukan untuk pengobatan kanker usus besar? Simak ulasan di bawah ini.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kanker usus besar, perlu Anda ketahui babwa usus merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh yang termasuk kedalam sistem pencernaan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan dan kebersihan usus agar terhindar dari masalah kesehatan, seperti tumor atau kanker usus. Hal ini disebabkan karena, usus bisa jadi kotor akibat makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari.

Di masa awal perkembangannya, kanker usus besar cenderung tidak menimbulkan gejala sama sekali. Meski demikian, jika Anda sering mengalami gejala berupa gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, serta memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus, maka jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter mengenai hal tersebut. Pasalnya, semakin awal terdeteksi, maka peluang untuk sembuh dari kanker usus pun semakin sembuh.

Penyebab Kanker Usus Besar

Kanker usus besar umumya disebabkan akibat terjadinya perubahan atau mutasi generik pada jaringan usus besar. Meski begitu, penyebab terjadinya mutasi gen tersebut masih belum diketahui dengan pasti.

Selain itu, ada beberapa faktor atau gaya hidup yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker usus. Di antaranya adalah :
  • Pola makan yang buruk dan tidak sehat.
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Jarang berolahraga.

Selan akibat gaya hidup tidak sehat seperti yang telah disebutkan di atas, ada juga beberapa kondisi atau penyakit yang dapat membuat seseorang menderita kanker usus. Di antaranya adalah :
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat penyakit kanker usus besar.
  • Memiliki berat badan yang berlebih (obesitas).
  • Menderita diabetes.
  • Menderita penyakit radang usus.
  • Menderita polip usus.
  • Pernah melakukan terapi radiasi di bagian perut.
  • Faktor usia, yakni di atas 50 tahun.
  • Menderita kelainan genetik, yakni yang disebut dengan familial adenomatous polyposis (FAP) atau sindrom Lynch.

Gejala Kanker Usus Besar

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa pada awal masa pertumbuhuannya, kanker usus besar bisa jadi tidak menimbulkan gejala apapun yang spesifik, atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Meski begitu, ada beberapa gejala yang dapat timbul akibat kanker usus besar stadium awal. Di antaranya adalah :
  • Susah buang air besar (sembelit) atau diare.
  • Perut kembung atau bengkak.
  • Perut menjadi kram dan terasa sakit.
  • Adanya perubahan pada bentuk dan warna tinja.
  • Keluar darah saat BAB.

Sementara itu, jika kanker usus sudah memasuki stadium lanjut, maka penderita kanker usus dapat mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini :
  • Tubuh mudah lelah.
  • Sering merasa jika BAB tidak tuntas.
  • Perubahan terhadap bentuk tinja yang terjadi selama lebih dari satu bulan.
  • Terjadi penurunan berat badan secara drastis.

Sedangkan, apabila kanker usus besar telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, maka dapat muncul gejala seperti :
  • Sakit kuning.
  • Pandangan menjadi kabur.
  • Sakit kepala.
  • Terjadinya pembengkakan pada lengan dan tungkai.
  • Sesak napas.
  • Patah tulang.

Stadium Kanker Usus Besar

Kanker usus besar di bagi menjadi empat stadium berdasarkan tingkat keparahannya, di antaranya adalah :
  • Stadium 1, di mana pada tahap ini kanker hanya tumbuh di dalam usus besar dan belum menyebar ke bagian lainnya.
  • Stadium 2, di mana kanker telah menembus dinding usus besar.
  • Stadium 3, di mana pada tahap ini kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang posisinya dekat dengan usus besar.
  • Stadium 4, ini merupakan stadium paling parah arau stadium akhir dari kanker usus besar, yang ditandai dengan sel kanker yang telah menyebar jauh dan menyerang organ tubuh lainnya, seperti paru-paru atau hati.
Umumnya, stadium kanker usus besar dapat ditentukan setelah dokter elakukan pemeriksaan terhadap pasien. Penentuan stadium ini penting dilakukan agar dokter dapat merencanakan pengobatan yang tepat.

Pengobatan Kanker Usus Besar

Setelah stadium kanker usus besar diketahui, maka pengobatan pun akan disesuaikan dengan stadium tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan kanker usus besar yang dapat dilakukan :

1. Operasi

Operasi ini bertujuan untuk mengangkat jaringan kanker di usus besar. Jenis operasi yang dilakukan pun tergantung pada tingkat keparahan dan penyebaran kanker.
Dalam operasi ini, bagian usus besar yang diserang kanker beserta jaringan sehat disekitarnya akan dipotong dan diangkat. Setelah itu, pangkal usus besar akan disambungkan ke lubang buatan pada dinding perut sebagai tempat keluarnya tinja. Lubang tersebut adalah stoma, yang mana dibuat melalui operasi kolostomi.

Tak hanya memotong usus besar yang terkena kanker, operasi ini juga dapat dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening yang juga terserang sel kanker.

2. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode pengobatan kanker yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian obat-obatan dalam beberapa siklus. Beberapa jenis obat kemoterapi untuk kanker usus besar adalah oxaliplatin dan irinotecan.

3. Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi merupakan metode pengobatan yang dilakukan utnuk membunuh sel-sel kanker dengan memanfaatkan sinar radiasi. Sinar radiasi ini akan dipancarkan dari alat diluar tubuh (radioterapi eksternal) atau melalui alat yang dipasangkan di dekat lokasi kanker (radioterapi internal).

4. Terapi Obat Bertarget

Terapi obat bertarget pada dasarnya berbeda dengan kemoterapi yang menyerang sel kanker sekaligus sel sehat. Metode pengobatan ini bekerja dengan membunuh sel-sel kanker secara spesifik, tanpa mengganggu sel sehat. Terapi obat bertarge juga dapat dilakukan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan metode pengobatan lain. Berikut ini adalah beberapa obat yang biasa digunakan dalam terapi obat bertarget kanker usus besar :
  • Cetuximab
  • Regorafenib
  • Bevacizumab
  • Ramucirumab
Dalam kebanyakan kasus, pengidap kanker usus besar yang penyakitnya terdeteksi sejak stadium awal atau masa awal perkembangannya memiliki tingkat kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan pengidap kanker usus besar yang terdiagnosis di stadium akhir.

Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa pengidap kanker usus besar masih memiliki risiko untuk mengalami kanker yang sama kembali. Untuk dapat memastikan bahwa kanker usus besar tidak akan muncul kembali, biasanya dokter akan menjadwalkan pemeriksaan rutin pasien secara berkala.

Pencegahan Kanker Usus Besar

Berikut ini adalah pola hidup sehat yang dapat menjauhkan Anda dari kanker usus, yaitu :

  • Olahraga secara teratur.
  • Penuhi kebutuhan serat di dalam tubuh.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus besar, serta orang berusia 50 tahun ke atas, maka sebaiknya Anda secara rutin memeriksakan diri ke dokter agar kanker usus dapat terdeteksi sejak dini.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai kanker usus besar, semoga apa yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat bagi Anda semua.

Baca Juga : Pengobatan Kanker Usus Ini TERBUKTI Ampuh

https://lingshenyao.id/harga-obat-kanker/
 
Loading...

Thread Terbaru

Top