Berbagai Fakta Siklus Menstruasi Dan Konsepsi Yang Jarang Diketahui Orang

Discussion in 'Health & Beauty' started by hidupsehat, May 22, 2019.

  1. hidupsehat

    hidupsehat New Member

    Joined:
    May 7, 2019
    Messages:
    24
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Kebanyakan wanita mungkin agak bingung dengan siklus menstruasi yang selama ini mereka lalui, dan mungkin belum banyak memikirkannya sampai mereka memutuskan untuk berkeluarga. Apalagi jika ditambah dengan adanya konsepsi yang mungkin membuat istilah-istilah ini lebih sulit untuk dimengerti. Untuk memahami hal tersebut, simak ulasan mengenai fakta siklus mentruasi dan konsepsi yang dikutip dari situs SehatQ.com berikut ini.

    [​IMG]

    Cara Mengetahui Siklus Menstruasi dan Konsepsi yang Normal
    Meski siklus menstruasi rata-rata terjadi setiap 28-32 hari, namun sebagian besar dari siklus tersebut tidak akan sempurna setiap bulannya. Itulah sebabnya, banyak wanita merasa khawatir bila siklus menstruasi terlambat dalam beberapa hari. Padahal, jika tidak terjadi setiap dua minggu sekali atau hal tersebut tidak melewati bulan antara siklus, maka menstruasi masih dikategorikan dalam kondisi normal.

    Bisakah Hamil Meski Tidak Memiliki Periode Menstruasi yang Teratur?
    Seorang wanita yang mempunyai siklus menstruasi setiap 28 hari sekali bisa mengalami ovulasi pada hari ke-14 dari periode siklusnya yang terjadi setiap bulan. Sedangkan pada wanita dengan siklus menstruasi lebih lama, antara 35-42 hari, mengalami ovulasi lebih jarang. Itulah mengapa, bila mempunyai siklus yang tidak teratur, Anda dapat mendiskusikannya dengan dokter prakontrasepsi. Tujuannya untuk membahas kapan kemungkinan besar berovulasi.

    Bisakah Hamil selama Haid?
    Kondisi tersebut bisa saja terjadi, namun hal ini tidak terlalu umum. Satu-satunya kesempatan untuk membuatnya berhasil adalah saat seorang wanita mempunyai siklus haid lebih pendek dari rata-rata. Contohnya, Anda mempunyai siklus haid 21 hari, maka Anda akan mengalami ovulasi sekitar hari ke-7. Dengan demikian, kemungkinan bisa hamil adalah ketika melakukan hubungan 's3kzual' pada hari kelima pendarahan. Pasalnya, sperma dapat hidup dalam waktu 5 hari dan akan muncul di tuba falopi ketika sperma tersebut berovulasi.

    Setelah Minum Pil KB Selama Beberapa Tahun, Apakah Kondisi Ini Bisa Memengaruhi Kesempatan untuk Hamil?
    Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya, apakah penggunaan pil KB dalam waktu yang panjang bisa mempengaruhi peluang untuk hamil? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Pasalnya, kesuburan wanita tidak akan terganggu karena kontrol kehamilan hormonal jangka panjang. Bahkan, banyak kasus menyebutkan bahwa wanita akan mengalami ovulasi dalam waktu 3 bulan setelah melepas kontrol kehamilan.

    Seberapa Cepat Anda Bisa Menggunakan Tes Kehamian?
    Anda bisa mengetahui hamil atau tidak dengan menggunakan test pack yang dijual bebas. Test pack sangat sensitif dan dapat mendeteksi hormon kehamilan (hCG) dalam urine pada hari di mana Anda melewatkan haid dan kadang sehari atau dua hari sebelum periode haid. Kebanyakan tes urine hasilnya akurat pada seminggu setelah periode haid. Untuk meningkatkan kesempatan mendapatkan hasil yang lebih akurat, lakukan tes ini dengan urine pertama Anda di pagi hari, karena urine tersebut mengandung kadar hCG yang paling tinggi.

    Adakah Kesempatan Terbaik untuk Hamil saat Berhubungan 's3kzual' dalam Waktu Sebulan?
    Karena sperma mempunyai masa hidup selama 3-5 hari, maka konsepsi lebih mungkin terjadi ketika pasangan suami istri berhubungan intim beberapa hari sebelum ovulasi. Bila Anda mempunyai siklus haid 28 hari yang umum, Anda akan mengalami ovulasi sekitar 14 hari setelah periode terakhir dimulai. Bila siklus terjadi lebih panjang, misalnya 34 hari, maka Anda akan berovulasi pada sekitar hari ke-20. Setiap wanita memiliki siklus yang unik dan berbeda, jadi akan sangat membantu bila Anda melacak durasi siklus menstruasi untuk mengantisipasi ovulasi.

    Bagaimana Cara Mengetahui Seorang Wanita Sedang Berovulasi?
    Ada beberapa cara untuk mengetahui hal tersebut. Anda dapat menyadari lendir serviks berubah menjadi jelas, tipis, dan elastis selama masa ovulasi. Sementara itu, beberapa wanita bisa merasakan kedutan atau bahkan rasa sakit di satu sisi perut bagian bawah selama ovulasi.
     


Loading...

Loading...

Share This Page