Hadapi Masalah Struktural, Ekonomi China Akan Melambat 2 Persen

politik

New Member
Akibat menghadapi sejumlah masalah struktural, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat dua persen pada dekade mendatang. Masalah struktural yang mengakar—pengeluaran infrastruktur yang tidak efisien, dominasi perusahaan milik negara (BUMN), kurangnya pembiayaan untuk perusahaan swasta yang dianggap lebih efisien, dan tumpukan utang—telah membebani perekonomian China. Perang dagang, menurut analis, justru bukan benar-benar masalah besar yang dihadapi ekonomi China.

Oleh: Elaine Chan (South China Morning Post)

Pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 2 persen pada dekade mendatang, jauh di bawah tingkat perkiraan oleh lembaga-lembaga global utama, menurut penelitian dari Capital Economics, seiring negara itu menjadi “ekonomi berkembang normal lainnya.”

“Pertumbuhan telah berkurang setengahnya dalam 10 tahun terakhir ini, dan proyeksi kami adalah jika mereka melanjutkan pengaturan kebijakan (dan masalah struktural) ini, pertumbuhan akan berkurang setengahnya dalam 10 tahun mendatang,” kata Mark Williams, kepala ekonom Asia untuk perusahaan penelitian tersebut, pada sebuah konferensi di Hong Kong minggu ini.

Angka tersebut memangkas perkiraan lembaga-lembaga internasional utama.

“Dua persen (pertumbuhan) untuk ekonomi baru adalah normal, terutama jika Anda berpikir tentang demografi China dan masalah lainnya,” tambah Williams.

“Apa yang kami katakan adalah, bahwa China hanya akan menjadi negara ekonomi berkembang normal lainnya.”

Pada Selasa (5/3), Perdana Menteri China Li Keqiang mengumumkan target pertumbuhan antara 6 hingga 6,5 persen untuk tahun ini, ketika ia menyampaikan laporan kerja pemerintahnya pada pembukaan Kongres Rakyat Nasional—parlemen China.

Baca Artikel Selengkapnya di sini
 
Loading...
Top