Harga Minyak Mentah Defensif Menunggu Fomc Dan Data Eia As

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by HOPTION, Jun 20, 2019.

  1. HOPTION

    HOPTION New Member

    Joined:
    Apr 5, 2018
    Messages:
    173
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    1
    Perdagangan pada komoditas energi hari ini terlihat sedang berhati-hati mendekati peristiwa-peristiwa dalam waktu dekat. Saat ini harga minyak mentah pada indeks minyak WTI sedang berada di sekitar level harga $54,00 di sesi perdagangan kawasan Asia awal hari Rabu (19/6). Sebelumnya minyak mentah memang mendapatkan dorongan-dorongan positif setelah rilis data mengenai jumlah pasokan minyak mentah di AS oleh API yang merosot.

    Data yang dilaporkan API tersebut disampaikan dengan hasil penurunan sebesar -0,812 juta dalam hitungan satu pekan dengan hari terakhir 14 Juni. Data ini berlawanan dengan data sebelumnya yang mengalami kenaikan sebesar 4,450 juta barel. Saat ini untuk melihat gerakan harga minyak mentah selanjutnya, para pelaku pasar dan investor akan fokus ke rilis data pasokan minyak mentah AS dari EIA. Jika memang senada dengan data dari API maka minyak mentah bisa melonjak lebih tinggi lagi.

    Selain dari data, minyak mentah global juga diuntungkan dengan adanya suasana optimis mengenai kondisi perdagangan antara AS dengan China. Sementara itu pada sektor geopolitik, kabar terbaru melaporkan bahwa AS telah mengirim sebanyak 1000 pasukan tambahan menuju ke Timur Tengah. Pasukan tambahan ini ditujukan untuk menjaga keamanan Iran. Reuters juga menyampaikan bahwa terjadi peluncuran roket yang disasarkan ke perusahaan sektor minyak milik asing yang ada di Irak.

    Untuk fokus pasar mengenai harga minyak mentah ke depan mungkin akan lebih fokus ke kondisi geopolitik yang terjadi antara AS dengan Iran. Kabar pembaruannya akan memberikan pengaruh pada sentimen resiko global dalam jangka pendek. Sementara itu rilis kebijakan moneter paling baru dari bank sentral AS juga akan menjadi fokus perdagangan minyak mentah selanjutnya. Karena memang komoditas energi ini memiliki hubungan terbalik dengan gerakan Dolar AS.

    Dilansir oleh Inforexnews.com
     


Share This Page