Kampanye Dan Hasil Debat Terakhir Pilpres 2019 Bisakah Pengaruhi Pemilih?

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, Apr 14, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    217
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Masa kampanye untuk Pilpres 2019 telah berakhir kemarin, Sabtu (13/4) dengan debat capres ke-lima. Hasil debat terakhir tentang ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, perdagangan, dan investasi itu diharapkan bisa menggoyang suara pemilih. Di siang hari sebelumnya, Jokowi mengadakan Konser Putih Bersatu, bagian dari akhirnya kampanyenya di Gelora Bung Karno Jakarta.

    Oleh: Resty Woro Yuniar (South China Morning Post)

    Debat Capres ke-5 pada hari Sabtu (13/4) antara Joko “Jokowi” Widodo dan Prabowo Subianto adalah debat terakhir sebelum masa tenang menjelang pilpres 2019, Rabu, 17 April. Salah satu hasil debat terakhir tentang ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, perdagangan, dan investasi, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia harus belajar dari China yang “hebat” dan mengevaluasi rencana pengembangannya mengingat banyak dari warganya masih hidup di bawah garis kemiskinan.

    “Kita harus contoh China, dalam 40 tahun China menghilangkan kemiskinan, kita perlu belajar dari yang hebat,” kata mantan jenderal berusia 67 tahun itu. “Kita harus berani dalam merencanakan industrialisasi dan kita perlu melindungi petani dan nelayan kita.”

    Pasangan calon Prabowo di Pilpres 2019, Sandiaga Uno, mempertanyakan defisit perdagangan terburuk di negara itu sebesar $8,57 miliar tahun lalu, turun dari surplus 2017 $11,8 miliar. Dia juga menunjuk defisit perdagangan kepulauan lebih dari $18 miliar dengan China, mengatakan bahwa kekurangan itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak mengekspor cukup produk untuk mengimbangi impornya.

    Jokowi membalas, mengatakan defisit perdagangan negara itu pada kuartal pertama tahun ini telah menyusut menjadi $6,7 miliar, mengklaim bahwa upaya pemerintahnya untuk mengekang defisit “tidak sia-sia.”

    Sebelumnya, Jokowi memuji pencapaian infrastrukturnya dan “bersihnya” dia dari catatan hak asasi manusia di rapat umum yang dihadiri sekitar 200.000 orang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Rapat umum itu membuat kawasan di sekitar GBK macet sejak dini hari.

    “Maju, maju, maju, Jokowi, Jokowi, Jokowi!” teriak para pendukung di Stadion GBK, tempat yang sama di mana Prabowo mengadakan rapat umum Minggu lalu (7/4).

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


Loading...

Loading...

Share This Page