Pengobatan Ginjal Bocor Pada Anak Tanpa Operasi

Discussion in 'Health & Beauty' started by tinahsutinah, Nov 8, 2018.

  1. tinahsutinah

    tinahsutinah New Member

    Joined:
    Nov 16, 2017
    Messages:
    333
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Ginjal bocor atau dalam istilah medis sindrom nefrotik adalah suatu kondisi yang menyebabkan ginjal mengeluarkan protein dalam jumlah yang besar ke dalam urine. Hal tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk pembengkakan jaringan tubuh dan lebih mudah terkena infeksi.

    Penyakit sindrom nefrotik ini dapat mempengaruhi orang – orang dalam segala usia tanpa pandang bulu. Bahkan anak – anak pun dapat terserang penyakit ini, dan anak laki – laki cendrung lebih banyak di banding anak perempuan. Dan biasanya dapat terdeteksi pertama kali pada anak – anak yang berusia antara 2 – 5 tahun.

    Penyebab Penyakit Ginjal Bocor

    Kebocoran ginjal di sebabkan oleh kerusakan pembuluh darah kecil (glomeruli) di dalam yang menyaring atau memfiltrasi kotoran dan kelebihan air dalam darah. Glomeruli yang sehat berfungsi menjaga protein dalam darah yang di butuhkan untuk memilihara jumlah cairan yang tepat di dalam tubuh (mulai dari penyerapan hingga pengeluaran) melalui urine. Jika rusak, glomeruli membiarkan jumlah protein dalam darah keluar dari tubuh melalui urine.

    Dan penyebab ginjal bocor pada anak yang sering terjadi yaitu karena perubahan minimal pada glomeruli. Di sebut dengan perubahan minimal karena kondisi ginjal tampak normal ketika di lihat di bawah microsoft, namun terdapat sedikit perubahan pada glomeruli yang menyebabkan kebocoran protein. Penyebab perubahan minimal ini belum di ketahui secara pasti, namun di duga di akibatkan oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

    Gejala Penyakit Ginjal Bocor

    Dan berikut adalah beberapa gejala yang dapat di alami oleh penderita ginjal bocor, di antaranya :
    • PEMBENGKAKAN
    Rendahnya kadar protein dalam darah mengurangi aliran air dari jaringan tubuh kembali ke pembuluh darah. Akibatnya air dapat menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkan (edema). Pembengkakan biasanya pertama kali di perhatikan di sekitar mata, pergelangan kaki dan kaki. Penumpukan ini dapat menyebabkan bertambahnya berat badan.

    • RENTAN TERKENA INFEKSI
    Antibodi adalah salah satu jenis protein dalam darah yang berfungsi untuk melawan infeksi. Jika jumlah protein menurun, maka antibodi juga ikut melemah. Sehingga penderita akan lebih rentan terkena infeksi terlebih pada anak – anak.

    • PERUBAHAN PADA URINE
    Tingginya protein yang terkandung, dapat menyebabkan urine menjadi berbuih atau berbusa. Selain itu, anak yang mengandung sindrom nefrotik sering kali mengalami penurunan frekuensi dan jumlah berkemih.

    • GUMPALAN DARAH
    Protein – protein yang penting, untuk membantu mencegah pembekuan darah juga akan iku terbuang melalui urine pada penderita sindrom nefrotik. Akibatnya resiko mengalami pembuakan darah yang berpotensi serius pun akan meningkat.

    Selain gejala di atas, ada juga gejala lainnya yang dapat di alami oleh penderita seperti di bawah ini :

    1. Mudah lelah
    2. Muntah dan diare
    3. Penyutan otot
    4. Nafsu makan berkurang
    5. Perubahan warna kulit menjadi putih
    Untuk pengobatan baca di sini :>> Pengobatan ginjal bocor pada anak tanpa operasi
     


Loading...

loading...

Loading...

Share This Page