Setelah Pemilu Australia, Pengungsi Di Pulau Manus Berupaya Bunuh Diri

Discussion in 'Berita dan Informasi' started by politik, May 24, 2019.

  1. politik

    politik New Member

    Joined:
    Jan 20, 2018
    Messages:
    212
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Sepuluh pengungsi di Pulau Manus, Papua Nugini, telah mencoba bunuh diri sejak berakhirnya pemilu Australia dan pemerintah konservatif Australia kembali berkuasa, kata para pengungsi. Para pengungsi yang sebetulnya ingin mencapai Australia itu, dikirimkan ke pulau-pulau terpencil di Manus dan Nauru. Mereka berharap Partai Buruh memenangkan pemilu, sehingga mereka ada kemungkinan untuk kembali ke Australia.

    Oleh: Max Walden (Al Jazeera)

    Pengungsi di Pulau Manus, Papua Nugini (PNG), mengatakan bahwa ada keputusasaan yang meningkat di pulau Pasifik tersebut, dan setidaknya 10 orang telah mencoba bunuh diri atau melukai diri sendiri setelah pemilu Australia dan terpilihnya kembali pemerintah konservatif pada akhir pekan lalu.

    Selama bertahun-tahun, pemerintah Australia telah mengirimkan para pencari suaka yang berusaha untuk mencapai Australia melalui laut ke pulau-pulau terpencil Manus dan Nauru, di mana mereka ditahan tanpa batas waktu tanpa ada kemungkinan dimukimkan kembali di Australia.

    Banyak dari sekitar 900 orang yang sekarang berada di pulau-pulau itu hidup dalam kondisi yang buruk, dan berharap ada perubahan dalam pemerintahan menjadi Partai Buruh Australia yang condong ke kiri, dan pelunakan garis keras Canberra mengenai para pencari suaka.

    Tetapi dalam hasil yang mengejutkan, kemenangan koalisi Liberal-Nasional Perdana Menteri Scott Morisson pada Sabtu (18/5) bertentangan dengan hasil survei yang menunjukkan kemenangan Partai Buruh.

    Behrouz Boochani—seorang jurnalis Iran-Kurdi yang telah ditahan di Manus sejak tahun 2013—mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 10 pria telah mencoba bunuh diri atau melukai diri sendiri dengan berbagai cara, termasuk memotong diri mereka dengan pisau cukur, sejak saat itu.

    Beberapa telah dikirim ke pusat medis setempat, yang katanya “bukan rumah sakit sungguhan, dan tidak memiliki fasilitas medis”.

    Dua orang yang menerima perawatan medis di ibu kota PNG, Port Moresby, yang akan dipindahkan kembali ke Pulau Manus, telah mencoba bunuh diri sebelum pemilu Australia, ia menambahkan.

    Morrison meningkatkan penahanan lepas pantai tanpa batas waktu pada tahun 2013, ketika ia menjadi Menteri Imigrasi. Sebagai Perdana Menteri sejak Agustus tahun lalu, ia telah berjanji untuk membatalkan undang-undang yang baru disahkan—yang dikenal sebagai RUU Medevac—yang memungkinkan orang yang ditahan di pulau-pulau Pasifik yang terpencil untuk dibawa ke Australia untuk perawatan medis yang mendesak.

    ‘KEJUTAN BESAR’
    PNG masih menjadi salah satu negara termiskin di Asia Pasifik. Keamanannya tidak stabil, fasilitas kesehatannya kekurangan sumber daya, dan masyarakat setempat sebelumnya telah menyerang para pengungsi dan pencari suaka.

    “Ketika kami mengetahui bahwa pemerintah saat ini memenangkan pemilu Australia, itu sangat mengejutkan,” Shamindan, seorang pengungsi dari Sri Lanka yang tinggal di Manus, mengatakan kepada Al Jazeera. Sejak Sabtu (18/5), dua atau tiga orang berusaha bunuh diri atau melukai diri sendiri setiap hari dengan “memotong diri mereka sendiri, overdosis dengan tablet, membakar diri mereka sendiri, dan menggantung diri mereka,” katanya.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini
     


  2. silaenseoblog

    silaenseoblog New Member

    Joined:
    Sep 1, 2018
    Messages:
    20
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    1
    Occupation:
    Blogger Bisnis Dan SEO
    Location:
    Kota Medan
    sangat miris....
     
Loading...

Loading...

Share This Page