Tortor Sebagai Kekayaan Budaya Suku Batak

Discussion in 'Travel & Vacation' started by tobawisata, Jul 17, 2019.

  1. tobawisata

    tobawisata New Member

    Joined:
    Aug 14, 2018
    Messages:
    7
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Occupation:
    Tour Operator
    Location:
    Medan
    Bagi orang Indonesia khususnya yang berkecimpung di dunia pariwisata, tentu saja tortor bukan barang baru bahkan menjadi bagian dari program paket tour danau toba atau dikenal juga sebagai paket wisata danau toba yang ditangani mereka. Tari Tor Tor Merupakan sebuah tarian perayaan yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Tarian ini berasa dari Batak Toba, Sumatera Utara. Awalnya, tarian ini merupakan sebuah ritual acara seperti upacara kematian, kesembuhan dan lain sebagainya.

    Fase berikutnya seiring dengan masuknya pengaruh kebudayaan Hindu-Budha dan seiring perkembangan jaman, tari ini tidak hanya digunakan sebagai bentuk upacara saja. Tari Tortor sering sekali dipentaskan untuk hiburan bagi masyarakat Batak. Bahkan gerakan dan busana yang digunakan juga sudah mulai dimodifikasi menjadi lebih menarik. Dalam program tour danau toba murah yang termasuk di dalamnya tour ke danau toba akan dipertunjukkan tortor di Ambarita. Untuk group, semua peserta akan diajak menari tortor bersama diiringi musik audio.

    Dalam pertunjukkannya, tarian ini diiringi dengan musik gondang yang kemudian akan menimbulkan suara hentakan para penari di atas lantai. Tarian yang berasal dari Batak ini mengandung makna komunikasi. Selain itu, tarian ini memiliki 3 pesan ritual yang disampaikan yaitu pesan kepada Tuhan. Sehingga di Ambarita, pertunjukan ini benar-benar dinikmati dengan khidmat sebagai bagian dari paket tour samosir.
    Nama tortor sendiri berasal dari kata "Tor Tor", yang merupakan bunyi hentakkan kaki penari di lantai papan rumah adat Batak. Sejarah tari ini diperkirakan telah ada sejak zaman Batak purba. Di masa itu, tarian ini digunakan sebagai tari persembahan bagi roh leluhur.

    Pada awalnya tujuan dari tarian ini dahulu hanya untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta muda mudi, maka dari itu tarian ini memiliki proses ritual yang harus dilalui karena berkaitan dengan masalah kepercayaan kepada Tuhan.

    Saat ini tari tortor dijadikan sebagai acara kehormatan dan pertunjukan kebudayaan daerah. Untuk Kota Medan sendiri, pertunjukan kebudayaan senantiasa diiringi dengan pertunjukan tortor termasuk acara resmi.


    [​IMG]
    Gambar diambil dari: http://gosumatra.com
     


Loading...

Loading...

Share This Page